Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Sanitasi masih menjadi masalah yang tak kunjung usai di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Data menunjukkan, sekitar 49 persen sekolah dasar di wilayah Sumba Barat, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kekurangan fasilitas kebersihan.
Maka itu, rencananya 21 sekolah dan 4.600 anak-anak di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan merasakan edukasi dan mendapatkan fasilitas sanitasi baru. Program yang digawangi Sunlight dan `Save The Children`
Dari sisi sanitasi, sebanyak 51 persen sekolah dasar (SD) mempunyai akses sanitasi yang baik. Sementara sisanya, 49 persen masih membutuhkan bantuan," ujar perwakilan dari Save the Children, Silverius Tasman Muda, Jakarta, Rabu 4 Febuari 2015.
Project ini berhasil mengumpulkan 8 juta dukungan masyarakat melalui relawan #brightfuture volunteer day.
Bantuan itu akan dioptimalkan pada pelatihan para guru agar bisa memfasilitasi proses belajar tentang sanitasi di sekolah, dengan cara menarik dan menyenangkan. Kemudian, juga pemberdayaan dokter kecil, mereka akan memberikan informasi seputar sanitasi kepada teman-teman sebayanya.
Save the Children sendiri menurut Silverius memiliki agenda menjangkau enam kecamatan di Sumba Barat.
Menurutnya, dengan kerja sama ini diharapkan dapat mencapai Tujuan Pembangunan Millenium Indonesia (MDG) yang menargetkan pemenuhan akses sanitasi layak 2015.
"Ini juga upaya kita mendukung agar memenuhi tujuan, di 2015 ini kita harus mencapai 62,41 persen. Sementara baru tercapai 56,24 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, dan NTT menempati posisi terendah dengan presentase 30,5 persen," tuturnya.
Country Director Save the Children, Ricardo Caivano menambahkan, baru 66 persen sekolah dasar yang memiliki akses ke air bersih. Dan hanya 51 persen sekolah yang memiliki fasilitas jamban sekolah di Kabupaten Sumba Barat. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
