Ilustrasi
Dream - Pembuatan kopi luwak berbeda dengan produk kopi lainnya. Kopi ini didapatkan setelah biji-biji kopi dimakan oleh luwak atau musang, dan diambil dari kotorannya.
Proses seperti itu mengundang pertanyaan apakah kopi luwak halal atau haram untuk dikonsumsi. Sebab, proses produksinya melalui kotoran hewan yang sudah barang tentu hukumnya najis.
Soal kopi luwak itu, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa pada 20 Juli 2010. Dalam Fatwa Nomor 07 Tahun 2010 itu, MUI menyatakan kopi luwak halal dengan syarat: kopi yang dikeluarkan bersama kotoran itu masih utuh terbungkus kulit tanduk dan jika ditanam kembali bisa tumbuh.
Sehingga, dalam fatwa itu pula MUI menyatakan kopi luwak yang memenuhi syarat itu barang yang terkena najis, bukan najis. Kopi seperti itu boleh dikonsumsi jika disucikan. Menurut MUI, memproduksi dan memperjualbelikan kopi luwak hukumnya juga boleh.
Fatwa serupa juga pernah diuat oleh Majelis Agama Islam Negeri (MAIN) Malaysia. Dalam fatwa itu, MAIN menyatakan kopi luwak bisa dikonsumsi dengan syarat biji kopi –yang keluar bersama kotoran musang– dalam kondisi baik, tidak berlubang, tidak pecah, dan dapat tumbuh jika ditanam. Dan biji kopi itu harus disucikan sebelum dikonsumsi.
Selain itu, MAIN Malaysia juga menyatakan kopi luwak yang dihasilkan hendaknya mendapat pengesahan halal dari MAIN sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Ini Sosok di Balik Film Kartun Kondang: Doraemon sampai Masha Kala Penghina Islam Menjadi Mualaf dan Berhaji Sejumah Peristiwa `Ajaib` di Dalam Alquran Pertemuan Romantis Ini Lelehkan Hati Pengguna Sosmed 10 Tahun Dikubur, Jasad Istri Anggota Dewan Itu Masih Utuh Hukum Melepas Tali Pocong Kisah Kejujuran Mantan Angkatan Laut Cerita `Helm Ajaib` Pembasmi Kanker Ketangguhan Devi Asmadiredja Gemparkan Dunia
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9
