Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Fatchul Supriyanto (Foto: Liputan6.com)
Dream - Ini kisah Fatchul Supriyanto, mantan anak punk yang tak menyangka bisa menjadi bagian rombongan jemaah haji musim 1443 H/2022 M.
Pria kelahiran Lamongan itu dapat menunaikan rukun Islam kelima bersama sang ibu dalam kelompok terbang (kloter) 3 melalui Embarkasi Surabaya. Fatchul menjadi ahli waris pengganti haji bapaknya yang telah meninggal dunia setahun lalu.
Diceritakan kepada tim liputan Humas PPIH Embarkasi Surabaya, bagi Fatchul, berangkat haji menjadi cambukan besar untuk bisa berubah lebih baik dalam hal ibadah maupun muamalah dan lainnya.
Sejak dinyatakan sebagai ahli waris pengganti haji, pemuda berusia 33 tahun itu mulai mencari Kyai dan gus dari pesantren di daerah Kediri. Katanya untuk memberinya semangat.
Salah satunya ada Gus Rofik Kediri yang memotivasi dirinya dengan kalimat, " Lebih baik menjadi mantan preman, daripada menjadi mantan ustad" .
Melakukan ibadah haji, membuatnya teringat kembali akan bayang-bayang dosa di masa muda. Hal ini juga sempat menjadi ketakutan dalam dirinya. Namun semua itu luruh dengan niatnya yang ingin berubah.
" Ya, sempat takut katanya ada balasan pas di Mekkah, tapi ya kalau niat kita ingin berubah menjadi baik, kenapa tidak," ujar Fatchul.
Anak sulung dari dua bersaudara ini kini berprofesi sebagai anggota TNI AD yang berdinas di Kabupaten Kediri. Di masa mudanya dia pernah menjadi anak punk yang ada di wilayahnya.
" Namanya juga usia muda, saya ingin mencari jati diri. Saya ikut bergabung dengan anak punk. Jadi salah pergaulan," ungkap Fatchul.
Kehidupannya menjadi anak punk di luar sepengetahuan orangtuanya. Baginya, pantang membuat bapak ibu yang ia sayangi merasa sedih dengan kehidupan yang ia jalani saat itu.
" Waktu itu, bapak ibu saya tidak tahu dengan kehidupan yang saya jalani. Apalagi bapak saya pas jadi TKI di Malaysia," ungkap Fatchul.
Meskipun begitu, dia bersyukur tidak terjerumus terlalu jauh. Fatchul mengungkap, dirinya dulu tidak sampai menindik, mentato bagian tubuhnya, apalagi mencicipi narkoba.
Namun menghabiskan masa muda bersama teman punk, membuat kehidupan lelaki yang baru 2 tahun melepas masa lajangnya itu berdampak negatif.
" Kalau minum minuman keras sudah biasa, ninggalin sholat ya sudah biasa, namanya juga ikut pergaulan yang ada," ungkapnya.
Walupun demikian, jemaah haji yang berangkat bersama ibu tercintanya ini pantang meninggalkan sholat Jumat.
" Satu kali pun saya ga pernah meninggalkan sholat Jumat, karena itu harga diri seorang laki-laki," ujarnya.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis