Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
© MEN
Dream - Sebanyak 169 jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Data itu tercatat dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Kamis 18 Agustus 2019 pukul 02.30 WAS.
Dari jumlah tersebut, 12 orang di antaranya merupakan jemaah haji khusus. Jemaah yang wafat berasal dari beberapa embarkasi, yaitu Jakarta, Ujung Pandang, Solo, dan Surabaya.
Tahun ini, Indonesia kebagian kuota jemaah haji reguler dan khusus sebanyak 231 ribu. Dengan rincian, jemaah haji reguler 214 ribu dan khusus 17.000.
Tetapi, realisasinya, jemaah haji reguler yang tiba sebanyak 212.732 melalui 529 kloter. Sementara jemaah haji khusus 16.881 orang.
Perbaikan penyelenggaraan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, penyelenggaraan haji tahun ini sudah disertai sejumlah perbaikan dari pemerintah Arab Saudi.
"Seperti kondisi arus lalu lintas dari Mekah menuju Arafah lebih baik atau tak ada kemacetan yang sangat lama. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kala kemacetan bisa berlangsung hingga berjam-jam lamanya," ujar Lukman, dilaporkan Liputan6.com.
Selain itu, Lukman menyebut, arus lalu lintas jemaah Indonesia dari hotelnya ke Arafah dan dari Mina juga lancar. Lukman mengaku telah melihat langsung operation room yang memantau kondisi lalu lintas di Mekah, Mina, maupun Arafah dari kantor Kementerian Haji Saudi. Pemantauan berlangsung selama 24 jam.
"Tidak kurang dari 3 juta manusia di berada di Armuzna, jadi memang arus pergerakan mereka harus senantiasa dipantau selama 24 jam," kata dia.
Perbaikan lain, yaitu kondisi kebersihan di Mina. Tumpukan sampah di lokasi jemaah haji mabit dan melontar jumrah dinilai jauh berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

