Kampung Gelgel, Rumah Pertama Muslim Bali

Reporter : Eko Huda S
Senin, 23 Juni 2014 17:18
Kampung Gelgel, Rumah Pertama Muslim Bali
Gegel merupakan daerah yang istimewa di Bali. Kampung yang terletak di Klungkung ini punya kepala desa, yang dalam aturan setempat, harus beragama Islam.

Dream - Kampung Gelgel. Inilah permukiman muslim tertua di Bali. Dari sinilah sejarah komunitas Islam di Pulau Dewata bermula. Di desa yang berjarak sekitar enampuluh kilometer arah timur Denpasar ini pula banyak jejak-jejak penyebaran Islam masih terlihat hingga kini.

Gelgel merupakan daerah yang istimewa di Bali. Kampung yang terletak di Klungkung ini punya kepala desa, yang dalam aturan setempat, harus beragama Islam. Saat ini setidaknya ada sekitar 280 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa yang hidup di desa itu.

Sebagai permukiman muslim, Kampung Gelgel punya tradisi beda dengan daerah lain di Bali —yang didominasi para kerabat yang beragama Hindu. Di bulan-bulan tertentu, Kampung Gelgel menggelar pentas seni “ Rodatan”, sebuah pentas musik Islami yang dimainkan warga sekitar.

Di kampung ini, bisa dijumpai masjid tertua di Bali. Nurul Huda, demikian nama masjid itu. Tempat ibadah itu berdiri megah di tengah-tengah Kampung Gelgel. Di halaman masjid yang cikal-bakalnya dibangun sekitar abad ke-14 ini, terdapat sebuah menara tua tegak menjulang setinggi 17 meter.

 Kampung Gelgel, Rumah Pertama Muslim Bali© http://edyraguapo.blogspot.com/

Masjid Nurul Huda

Sumber foto: www.edyraguapo.blogspot.com

Islam sudah menyebar di Gelgel sejak lama. Sejarah itu berawal saat Raja Gelgel, Ketut Dalem Klesir, berkunjung ke Majapahit. Saat pulang ke Klungkung, Ketut Dalem dikawal empatpuluh prajurit muslim dari Majapahit.

Para prajurit ini sebagian tak kembali ke Majapahit. Mereka ada yang menetap di Klungkung. Para prajurit itu menetap di Gelgel dengan seizin raja. Mereka kawin mawin dan beranak pinak. Sementara Islam tetap diyakini teguh.

Mereka inilah penyebar Islam pertama di Bali. Mereka tak hanya berdiam di Gelgel. Sebagian ada yang tinggal di Kampung Lebah, Kusamba, serta Kampung Toyapakeh di Nusa Penida.

Para prajurit Majapahit itu pula yang mendirikan cikal bakal Masjid Nurul Huda. Namun, masjid itu kini telah direnovasi berkali-kali. Sehingga tak tampak lagi bentuk aslinya.

Hingga kini, komunitas muslim Kampung Gelgel dan masyarakat Hindu di sekitarnya bisa hidup harmonis. Mereka bisa hidup dengan penuh toleransi. (Dari berbagai sumber)

Beri Komentar