`Meriam Keramat` Mekah Beraksi Selama Ramadan

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 1 Juli 2014 10:40
`Meriam Keramat` Mekah Beraksi Selama Ramadan
Meriam itu diletakkan di puncak Pegunungan Al-Madafei. Muslim di sekitar pegunungan itu tidak akan berbuka puasa sebelum mendengar letusan meriam ini.

Dream - Kota Mekah, Arab Saudi, punya tradisi unik selama bulan Ramadan. Masyarakat di sana selalu mendengar suara ledakan keras dari puncak bukit setiap sore, menjelang buka puasa. Inilah suara `meriam keramat` di Mekah.

Meriam itu diletakkan di puncak Pegunungan Al-Madafei. Muslim di sekitar pegunungan itu tidak akan berbuka puasa sebelum mendengar letusan meriam ini. Menurut laman Saudi Gazette, Selasa 30 Juni 2014, tradisi ini sudah berlangsung sejak setengah abad silam.

Meriam ini juga dibunyikan saat pemerintah mengumumkan dimulainya puasa Ramadan. Sebagai tanda awal Ramadan, meriam disulut tujuh kali. Untuk selanjutnya, meriam ini setiap hari akan dibunyikan menjelang buka puasa dan makan sahur.

Tak hanya itu, di akhir Ramadan, meriam ini juga kembali dibunyikan. Tepatnya, saat fajar menyingsing, sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Bola-bola meriam yang digunakan didesain tidak berbahaya. Bola-bola seberat 1,5 kilogram itu dibuat hanya untuk proses ledakan dan menghasilkan banyak asap saja. Sehingga saat diledakkan, asap yang keluar dari meriam ini bisa dilihat dari jarak yang cukup jauh.

Dulu, alat yang digunakan merupakan meriam kuno yang pengoperasiannya cukup merepotkan. Namun meriam yang dipakai sekarang sudah semiotomatis. Petugas tinggal memasukkan bola-bola meriam dan menekan tombol. Lalu, dor!

Meriam ini baru diistirahatkan setelah Idul Fitri. Alat peledak ini akan mendekam di kandangnya untuk bertugas kembali sebelas bulan kemudian. Operator meriam ini adalah petugas keamanan. Selama Ramadan, meriam ini akan diledakkan selama 150 kali. (Ism)

Beri Komentar