Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi (www.iamegypt.org)
Dream - Kota Mekah, Arab Saudi, punya tradisi unik selama bulan Ramadan. Masyarakat di sana selalu mendengar suara ledakan keras dari puncak bukit setiap sore, menjelang buka puasa. Inilah suara `meriam keramat` di Mekah.
Meriam itu diletakkan di puncak Pegunungan Al-Madafei. Muslim di sekitar pegunungan itu tidak akan berbuka puasa sebelum mendengar letusan meriam ini. Menurut laman Saudi Gazette, Selasa 30 Juni 2014, tradisi ini sudah berlangsung sejak setengah abad silam.
Meriam ini juga dibunyikan saat pemerintah mengumumkan dimulainya puasa Ramadan. Sebagai tanda awal Ramadan, meriam disulut tujuh kali. Untuk selanjutnya, meriam ini setiap hari akan dibunyikan menjelang buka puasa dan makan sahur.
Tak hanya itu, di akhir Ramadan, meriam ini juga kembali dibunyikan. Tepatnya, saat fajar menyingsing, sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan oleh masyarakat setempat.
Bola-bola meriam yang digunakan didesain tidak berbahaya. Bola-bola seberat 1,5 kilogram itu dibuat hanya untuk proses ledakan dan menghasilkan banyak asap saja. Sehingga saat diledakkan, asap yang keluar dari meriam ini bisa dilihat dari jarak yang cukup jauh.
Dulu, alat yang digunakan merupakan meriam kuno yang pengoperasiannya cukup merepotkan. Namun meriam yang dipakai sekarang sudah semiotomatis. Petugas tinggal memasukkan bola-bola meriam dan menekan tombol. Lalu, dor!
Meriam ini baru diistirahatkan setelah Idul Fitri. Alat peledak ini akan mendekam di kandangnya untuk bertugas kembali sebelas bulan kemudian. Operator meriam ini adalah petugas keamanan. Selama Ramadan, meriam ini akan diledakkan selama 150 kali. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?