Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi)
Dream - Perkembangan media sosial dan digital yang pesat ini dapat menguntungkan berbagai pihak terutama para pengguna media sosial itu sendiri.
Sebut saja kegiatan jual beli produk fashion yang saat ini sering dilakukan netizen. Apakah Sahabat Dream pernah berbelanja online?
Di Indonesia sendiri, tak sedikit yang menggunakan internet untuk meraup keuntungan dalam bisnisnya. Beberapa label fashion lokal yang memanfaatkan dunia digital hingga namanya melejit di Indonesia.
Aktivitas yang dijadikan pekerjaan utama itu bisa kamu jadikan referensi buat Sahabat Dream yang ingin terjun ke dunia bisnis online.
Mereka ada Cotton Ink, Clothe Inc, dan HIJUP. Tak sedikit pundi-pundi yang diperolehnya dalam tiap bulannya, bahkan mencapai ratusan juta per-bulan.
Simak kisah sukses para fashion e-commerce tersebut di sini, yuk!
© Dream
Dream - Dua bersaudara ini memang masih bocah. Usia masih di awal belasan, bahkan salah satunya masih belum genap usia 10. Tapi mereka sudah menjabat sebagai Chief Executive Officer atau disingkat CEO. Orang nomor satu di sebuah perusahaan
Mereka adalah, Shravan dan Sanjay Kumaran. Bocah asal India. Shravan masih berusia 12, sementara adiknya baru umur 10. Seperti bocah lainnya, mereka juga punya mainan. Tapi bukan mobil-mobilan atau pistol air, melainkan sebuah perusahaan.
Ibarat kata, kecil-kecil cabai rawit. Di usia sebelia ini, keduanya sudah mendirikan perusahaan software, GoDimensions. Bahkan, usaha itu telah dibangun sejak empat tahun silam, atau 2012.
Saat mendirikan perusahaan itu, Shravan memang masih berusia 8, sementara Sanjay baru 6 tahun. Bocah-bocah itu telah mengembangkan 11 aplikasi telepon seluler dan sudah diunduh sebanyak 70.000 kali.
Dengan prestasi gemilang itu, mereka dinobatkan sebagai CEO termuda di India.
Steve Jobs dari Ayah...
© Dream
Duo kakak-adik ini terinspirasi oleh Steve Jobs, sang pendiri Apple. Apa yang dipelajari kedua bocah ini dari Steve Jobs?
Mereka selalu kagum dengan kisah pendiri Apple yang punya inovasi tak pernah mati, bahkan dalam waktu paling sulit sekali pun.
" Cerita ini yang kami dengar berulang kali dari ayah kami," kata mereka, sebagaimana dikutip Dream dari laman India Times, Senin 30 Mei 2016.
Rekor sebagai Programmer Aplikasi Mobile termuda di India telah mereka genggam. Keduanya telah mengembangkan lebih dari 150 aplikasi sebagai percobaan sebelum meluncurkan aplikasi resmi pertama mereka, Catch Me Cop.
Aplikasi lain yang telah mereka luncurkan adalah Alphabet Board. Aplikasi ini bahkan mendapat rating 5-bintang di app store. Sekarang, Shravan dan Sanjay ingin 50% pengguna smartphone di India menggunakan aplikasi mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya