Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Minum Kopi. (Source: Shutterstock)
Dream - Meski rasanya pahit, kopi menjadi minuman favorit banyak orang di berbagai penjuru dunia. Seseorang bahkan bisa mengonsumsi lebih dari secangkir kopi dalam sehari.
Kebiasaan minum kopi seringkali diklaim dapat memberikan manfaat kesehatan. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kopi juga bisa memberikan dampak buruk.
Oleh karena itu, disarankan untuk selalu memerhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi agar tetap aman untuk tubuh. Dilansir Pure Wow, berikut hal yang dapat dialami jika kamu meminimalisir atau menghentikan kebiasaan minum kopi.

Ketika kamu mengurangi jumlah kopi yang dikonsumsi secara drastis, tubuh akan mengalami sejumlah gejala fisik dan psikologis, seperti sakit kepala, kelelahan, atau mudah marah.
Gejala tersebut hanya berlangsung satu sampai tiga hari. Menurut penelitian di Universitas Wake Forest, minum kafein menyebabkan pembuluh darah menyempit dan dapat memperlambat aliran darah sebanyak 27 persen. Ketika berhenti minum kafein, pembuluh darah tersebut akan kembali ke ukuran semula dan menimbulkan sakit kepala.
Berdasarkan penelitian oleh peneliti di Pusat Psikologi Kerja dan Kesehatan Universitas Cardiff, dibutuhkan sedikitnya 150 miligram kafein (kira-kira satu cangkir kecil) untuk menimbulkan gejala kecemasan.
Secangkir kecil kopi tersebut dapat memicu meningkatnya detak jantung, rasa tidak nyaman, hingga panik. Dengan mengurangi bahkan berhenti minum kopi, perasaan cemas akan menghilang tanpa disadari.
3. Tidak merasa kelelahan
Salah satu tujuan utama seseorang minum kopi adalah untuk lebih merasa segar dan tidak mengantuk. Namun ternyata, kelebihan kafein sebenarnya dapat memiliki efek sebaliknya.
Vanessa Rissetto, MS, RD, CDN dan salah satu pendiri Culina Health mengungkapkan bahwa minum kafein tiga cangkir atau lebih dalam sehari bisa membuat seseorang lebih sering ke kamar mandi, menyebabkan dehidrasi, pusing, dan mengantuk.

Hal ini berlaku jika kamu sering mengonsumsi kopi yang mengandung gula, susu, dan krimer. Kopi tanpa campuran apapun memiliki 5 kalori. Sedangkan ketika ditambah gula dan kandungan lainnya, kalorinya akan meningkat. Sehingga, bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Jadi jika kamu mengurangi atau menghentikan konsumsi kopi yang mengandung banyak gula, susu, atau krimer, berat badanmu bisa menurun.

Kafein pada kopi dapat menyebabkan seseorang kesulitan tidur atau insomnia. Agar kualitas dan kuantitas tidur meningkat, kamu perlu mengurangi atau menghindari konsumsi kopi. Terutama, mendekati waktu tidur.
Laporan : Syifa Putri Naomi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya