Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Virus (Sumber: Pixabay.com)
Dream – Belakangan ini pembahasan mengenai virus Corona membanjiri semua media di seluruh dunia. Penyebarannya yang cepat dan meluas, menyebabkan banyak negara di dunia heboh.
Secara resmi pada 11 Maret lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan Corona sebagai pandemi global.
Menurut sejarah, ternyata virus Corona bukan satu–satunya virus yang dikategorikan pandemi oleh WHO.
Setidaknya terdapat 5 virus lainnya yang juga dikategorikan sebagai pandemi global pada masanya. Berikut informasinya untuk kamu:

Virus Cacar adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus variola. Selama abad ke 20, diperkirakan cacar menewaskan 300 hingga 500 juta orang di seluruh dunia.
Asal usul cacar tidak diketahui. Cacar diperkirakan berasal dari Kekaisaran Mesir sekitar abad ke-3 SM berdasarkan ruam seperti cacar yang ditemukan pada tiga mumi.
Deskripsi tertulis paling awal tentang penyakit yang menyerupai cacar muncul di Cina pada abad ke-4 M.
Setelah kampanye vaksinasi yang berhasil sepanjang abad ke-19 dan ke-20, WHO menyatakan cacar bisa diberantas pada Desember 1979.

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel-sel yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
HIV pertama kali diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976. Sejak 1981, HIV telah menewaskan lebih dari 36 juta orang.
Dalam perkembangannya, virus ini memang belum bisa disembuhkan. Namun, pengobatannya memungkinkan lebih banyak orang untuk hidup dengan HIV.
Saat ini terdapat sekitar 31-35 juta orang yang hidup dengan HIV, mayoritas di Sub-Sahara Afrika.

Pandemi ini merupakan wabah besar yang berasal dari India. Kolera menewaskan lebih dari 800.000 orang. Dan kemudian menyebar ke Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur dan Rusia.
Dokter di Inggris, John Snow, ketika bekerja di daerah miskin di London, melacak kasus kolera dan akhirnya berhasil mengidentifikasi air yang terkontaminasi sebagai sarana penularan penyakit tersebut.

Flu Spanyol adalah pandemi influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Virus ini menyebar ke seluruh dunia antara tahun 1918 dan 1919. Virus ini dikaitkan berasal dari unggas, meskipun asal pastinya tidak jelas.
Menurut perkiraan CDC, Flu Spanyol telah menginfeksi sekitar 500 juta orang (atau sepertiga dari populasi dunia). Hal itu akhirnya menyebabkan sedikitnya 50 juta kematian di seluruh dunia dengan sekitar 675.000 kematian terjadi di Amerika Serikat.
Flu Spanyol merupakan pandemi yang sangat mematikan. Pada tahun 1918, korban virus pandemi ini mengalami paru-paru yang berisi cairan, dan radang paru-paru parah serta radang jaringan paru-paru.
Para ilmuwan juga bekerja untuk mereplikasi virus flu 1918. Mulai tahun 2005 mereka mengevaluasi patogenisitas virus atau kemampuannya untuk menyebabkan penyakit dan membahayakan inang.
Dalam penelitian yang dipimpin oleh Terrence Tumpey, PhD, seorang ahli mikrobiologi dan kepala Cabang Immunologi dan Patogenesis dari Divisi Influenza CDC, menunjukkan, virus itu sangat mematikan, bisa berevolusi, dan dapat menyebabkan pandemi di masa depan.

Flu babi adalah pandemi flu terbaru yang disebabkan oleh virus influenza baru, H1N1. Virus ini dikatakan pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat, dan menyebar dengan cepat melintasi dunia.
CDC memperkirakan, flu babi menyebabkan 575.400 kematian di seluruh dunia. Pandemi flu ini terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa paruh baya (orang dewasa yang lebih tua memiliki kekebalan).
Pandemi secara resmi berakhir pada 10 Agustus 2010. Namun, virus (H1N1) masih terus beredar sebagai virus flu musiman, yang menyebabkan kematian di seluruh dunia setiap tahun.
(Sumber The Health Site)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya