Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Perempuan Yang Cemas Disaat Wabah Virus Corona (Foto: Unsplash.com)
Dream – Kita bisa memahami, karantina mandiri dan pembatasan sosial membuat orang merasa tertekan dan stres.
Manusia adalah mahluk sosial, yang selalu memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain selain keluarga.
Pembatasan sosial, dan juga informasi yang membanjiri media sosial serta pesan di WhatsApp, semakin membuat ketakutan dan cemas yang berlebihan.
Kecemasan yang berlebih akan sangat berbahaya jika anda adalah orang yang sensitif. Biasanya orang yang sensitif akan sangat kewalahan mengelola cemas dan tekanan selama wabah virus corona COVID-19 ini.
Jika anda termasuk orang yang sensitive, dan merasa jika anda benar-benar tertekan karena mengalami cemas yang berlebihan, lebih baik anda stop paparan berita tentang pandemik.
Lantas apa yang harus dilakukan? Dream berhasil merangkum dari Your Tango, dan berikut 5 tips mengelola kecemasan untuk orang yang super sensitif:

Tips mengelola kecemasan yang paling awal adalah, anda perlu membatasi diri anda dari paparan berita tentang virus corona. Karena, informasi yang overload akan membuat kecemasan anda semakin bertambah.
Jika anda merasakan hal yang menyakitkan dari paparan berita, termasuk imbauan pemerintah dan juga dari dokter. Maka anda perlu menjadwalkan kapan anda harus membuka berita.
Namun, apabila anda menderita insomnia, maka segeralah menjauh dari layer televisi anda setidaknya satu jam sebelum tidur.
Di saat karantina mandiri, alias di rumah saja, maka keluarga adalah lingkungan terdekat kita yang menjadi perlindungan bagi orang yang super sensitif.
Akan tetapi, karena semua pekerjaan harus dilakukan di rumah, maka rumah berubah menjadi tempat kerja, sekolah, atau kedua-duanya.
Supaya tidak stress dan cemas, anda perlu menyediakan ruang pribadi untuk menenangkan diri anda selama pandemik. Ruang itu adalah tempat pribasi untuk menghilangkan segala kekacauan selama seharian.

Karantina mandiri di dalam rumah tidak lantas membuat kita berleha-leha dan bersantai. Sebab ini bukan liburan. Tetapi peralihan tempat bekerja dari kantor menjadi di rumah.
Tentu saja bagi anda tetap harus bekerja menyelesaikan tugas kantor, sekaligus mengurus rumah.
Jika anda memiliki buah hati, maka anda harus mengurus buah hati anda. ini bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, anda perlu mendiskusikannya dengan pasangan anda terkait tugas di rumah.
Sisakan waktu anda setiap hari untuk me time. Waktu sendiri sangat penting untuk mengelola kecemasan yang berlebihan disaat anda benar-benar merasakannya.
Me time penting untuk memanjakan diri anda, dengan aktivitas yang anda sukai. Bisa dengan membuat kerajinan tangan, atau memanjakan kulit wajah anda.
Tips mengelola kecemasan untuk orang super sensitif selanjutnya adalah dengan memanjakan panca indera. Anda dapat melakukannya dengan menyalakan lilin wangi, mendengarkan musik yang anda suka, menonton film, memasak, atau menggunakan minyak eseansial sebagai aromaterapi.
Sahabat Dream tahu gak sih, minyak esensial memang lebih dikenal sebagai minyak aromaterapi. Ini disebabkan karena harus yang dikeluarkan dari minyak esensial mampu memberikan efek psikologis di saat anda mencium baunya.
Efeknya, akan membuat anda lebih tenang dan dapat mengatasi kecemasan yang anda alami akibat kondisi wabah seperti sekarang ini.
Dengan usaha-usaha yang membuat nyaman seperti ini, akan sangat membantu anda mengelola kecemasan yang berlebihan.

Tubuh kita ini membutuhkan dua macam asupan, tubuh memerlukan asupan fisik berupa makanan yang bergizi, sedangkan jiwa membutuhkan asupan spiritual. Asupan spiritual diperlukan untuk menjaga jiwa tetap sehat dan semakin peka terhadap kemanusiaan.
Vibrasi lingkungan dan orang di lingkungan anda akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa anda. jika muatan emosi di lingkungan anda bagus, maka kesehatan jiwa anda akan terjaga. Jiwa menjadi damai dan tenang.
Karena harus di rumah selama pandemik belum usai, maka anda dapat mengikuti psikoterapis dari rumah ibadah, pusat meditasi, yoga secara online.
Para psikoterapis akan memandu anda untuk mengelola kecemasan dengan beragam latihan. Pilihlah latihan yang cocok untuk anda.
Bentuk latihan sangat bermacam-macam. Disaat anda memberikan makanan kepada orang miskin atau tetangga anda yang sudah lanjut usia, biasanya akan membuat jiwa anda bahagia. Selain itu, anda juga bisa mengikuti podcast spiritual.
Sehingga jika anda adalah orang yang super sensitif, anda bisa mengatasinya dengan 5 tips di atas.
Dan percayalah, kecemasan hanyalah ketakutan yang berlebih akibat kita tidak mampu mengontrolnya dengan tepat. Pandemik akan segera berlalu, dan anda akan segera bertemu dengan teman-teman anda di luar sana yang sudah sangat anda rindukan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya