Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ada begitu banyak kelebihan menggunakan kompos sebagai pupuk tanaman. Selain baik untuk menutrisi tumbuhan, efek samping yang diberikan oleh kompos jauh lebih sedikit dan tentunya lebih aman dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia.
Bagi Sahabat Dream yang menyenangi tanaman, pasti sudah tak asing dengan penggunaan pupuk kompos. Memakai pupuk kompos sebagai pengganti pupuk berbahan kimia akan memberikan hasil yang baik.
Seperti yang dilansir dari Planet Natural, menggunakan pupuk kompos bisa membuat tanaman tumbuh sehat, kuat, dan hasil panen yang banyak. Selain itu, penggunaan kompos sebagai pupuk juga tidak akan merusak tanah.

Dan yang terpenting adalah, dengan menggunakan kompos, biaya untuk merawat tanaman jauh lebih murah.
Bahkan, bagi Sahabat Dream yang ingin membuat pupuk kompos sendiri di rumah, bisa memanfaatkan sisa-sisa sampah dapur.
Cara membuat kompos terbilang cukup mudah dilakukan oleh siapa dan di mana saja. Selain ramah lingkungan, pupuk kompos juga memiliki nilai ekonomis tersendiri. Yuk intip cara membuat kompos berikut ini:
© Menyiapkan wadah untuk membuat kompos.
Bagi sebagian orang, membuat kompos sangat melelahkan dan membutuhkan banyak waktu.
Sebenarnya dalam membuat kompos, kita bisa memanfaatkan wadah atau tempat yang lebih kecil, dibandingkan membuat kompos dengan menggali tanah.
Planet Natural memberikan tips cara membuat kompos yang mudah dilakukan di rumah, seperti menggunakan sebuah wadah.
Wadah kompos bisa menggunakan tempat sampah, ember besar, atau dengan menggunakan wadah khusus soil saver.
Membuat kompos identik dengan pembusukan bahan organik, sehingga Sahabat Dream bisa memanfaatkan sampah sisa dapur, seperti daun bawang, tomat, potongan sayur, dan sampah organik lainnya.
Dan, yang diperlukan hanyalah mengumpulkan sampah-sampah organik tersebut dalam wadah dan menunggu bakteri baik yang akan mengurainya.

Ada dua tipe wadah atau tempat sampah yang bisa digunakan sebagai cara membuat kompos, model stationer dan model berputar. Umumnya, wadah-wadah tersebut bisa digunakan untuk membuat kompos, yang terpenting adalah adanya rongga udara.
Selain itu, Sahabat Dream juga harus memperhatikan sebelum membuat kompos, yakni wadah kompos harus mampu mempertahankan kelembaban dan panas yang ada di dalam, sehingga kompos akan lebih cepat dibuat.
Setelah menemukan wadah yang pas untuk melakukan pengkomposan, berikut tahap selanjutnya yang harus dilakukan untuk membuat kompos.
Ada beberapa lapisan yang harus Sahabat Dream ketahui terlebih dahulu sebelum melanjutkan cara membuat kompos ini.
Sebelum menumpuk dan mencampurkan semua bahan kompos, wadah kompos yang sudah disediakan harus diberi lapisan untuk menjaga kelembabannya.
Lapisannya bisa memakai koran yang sudah dihaluskan, serpihan kayu, atau bisa juga daun kering.

Kombinasi lapisan terbawah ini bisa juga menambahkan potongan rumput atau sampah dapur yang berwarna hijau. Untuk sampah dapur, jangan campurkan bahan organik sayur dengan sisa makanan seperti daging, tulang ikan dan sejenisnya, karena bisa mengundang hewan lain dan merusak wadah kompos.
Mulai dengan menumpuk dengan bahan kompos yang berukuran besar seperti ranting atau bahan kayu. Lalu tambahkan bahan hijau, seperti dedaunan dan sampah dapur hijau. Setelahnya kita bisa menumpuk bahan lainnya.
© Membuat kompos di rumah.
Apabila bahan semua sudah tertumpuk, jangan lupa untuk selalu menutup wadah dan beri sedikit rongga untuk keluar masuknya udara. Menjaga kelembaban menjadi kunci untuk membuat kompos dengan hasil yang baik.
Usahakan untuk melakukan pengecekan kompos setiap harinya, jangan lupa juga untuk menambahkan baru dan mengaduk kompos.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meratakan bakteri pengurai dan untuk memastikan proses pembusukan berlangsung dengan baik.

Dalam beberapa hari setelah membuat kompos, Sahabat Dream juga tidak boleh lupa untuk mengecek kondisi kompos dengan menyentuh bahan kompos bagian bawah. Apakah hangat atau tidak, berbau atau tidak.
Tinggalkan kompos dalam beberapa waktu dengan pengecekan rutin. Dalam beberapa bulan, bahan-bahan kompos akan berubah menjadi gelap dengan tekstur menyerupai tanah. Bahkan berbau seperti tanah lho, Sahabat Dream.
Sebelum mencoba cara membuat kompos, Sahabat Dream harus mengetahui beberapa hal ini:
- Jangan mencoba dalam skala terlalu kecil. Jika ingin membuat kompos yang efektif, kita harus memperhatikan seberapa banyak bahannya, kalau jumlahnya masih sedikit, maka akan semakin sulit.
- Jangan hanya mengandalkan satu bahan saja. Untuk menghasilkan kompos dengan tekstur dan nutrisi yang baik, usahakan banyak bahan yang digunakan.
- Jaga kelembaban. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kelembaban adalah hal terpenting dalam membuat kompos. Usahakan wadah kompos selalu lembab ya Sahabat Dream.

Kompos akan membuat tanaman Sahabat Dream tumbuh dengan baik, dan memiliki nilai tambah lainnya. Aman dan hemat, kenapa tidak? (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?