Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Kini, aktivitas mulai berjalan seperti biasa. Sebagian orang sudah dapat bepergian ke luar rumah. Namun, masih banyak yang meragukan soal keamanan.
Keamanan di semua tempat memang telah ditingkatkan, namun tidak sepenuhnya aman. Sebab, penggunaan AC yang meminimalisir sirkulasi udara justru bisa memperluas penyebaran virus.
Sebuah studi di China bahkan menyebutkan bahwa sembilan orang tertular virus corona hanya dengan duduk di dekat AC.
Ketika seseorang bersin, virus dalam droplet akan terperangkap di dalam udara. Droplet itu akan cepat disebarkan oleh aliran udara yang digerakkan oleh AC.

Ketika melewati seseorang dengan jarak 0,5-1 meter darimu, risiko untuk terpapar virus pun lebih rendah ketika berada di luar ruangan.
Memakai AC di dalam ruangan akan membuat sirkulasi udara lebih cepat dan menurunkan kelembapan. Uap akan lebih banyak mengandung udara panas.
Dengan kelembapan rendah, ruangan akan lebih cepat dingin. Proses penguapan mengakibatkan cairan di udara lebih cepat kering dan menghilang.
Di ruangan ber-AC, aliran udara dari ventilasi mendorong cairan seperti bersin atau batuk, pada orang lain. AC bisa membuat penyebaran partikel virusnya lebih luas.
Meskipun AC dapat membuatmu merasa sejuk saat cuaca panas, namun itu hanya memproses udara segar. Udara di luar ruangan berpengaruh pada virus.
Udara di luar ruangan merusak lapisan kelembapan di sekitar virus dengan hujan, kondisi lembap, angin serta sinar matahari. Inilah mengapa risiko terpapar virus lebih rendah di luar ruangan.
Hal tersebut juga yang menyebabkan transportasi dengan AC tidak dianjurkan. Pasar juga lebih direkomendasikan daripada toko-toko ber-AC.
Tidak lupa, kamu tetap harus jaga jarak dan menghindari AC ketika berada di tempat umum. Jaga kebersihan masker wajah maupun tubuhmu.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya