7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Merokok adalah salah satu hal yang membatalkan puasa. Meski bukan makanan dan minuman, kandungan nikotin dan tar yang ada di dalam rokok akan terbakar dan masuk ke dalam tenggorokan hingga paru-paru.
Sensasinya bisa menimbulkan perasaan lebih tenang bahkan kecanduan. Perokok harus menahan diri saat berpuasa.
Biasanya, mereka akan merokok setelah waktu berbuka puasa. Bahkan sering kali merokok lebih didahulukan dibanding mengonsumsi makanan.
Namun ternyata tidak semua perokok tahu bahayanya akan berlipat ganda saat merokok saat berbuka puasa. Kondisi ini disebabkan karena perut dalam keadaan kosong atau tidak ada makanan.
Merokok ketika berbuka puasa meningkatkan risiko mual, letih, pening, hingga muntah. Penyebabnya karena karbon monoksida dalam rokok menurunkan oksigen dalam darah. Padahal, saat itu belum ada nutrisi yang masuk dalam tubuh.
Memicu serangan jantung

Sel tubuh yang kekurangan oksigen juga menyebabkan rasa lelah sehingga menurunkan fungsi otot dan jantung. Apalagi tubuh belum mendapatkan energi baru melainkan masih mengandalkan lemak dan otot tubuh.
Inilah yang menyebabkan perokok bisa terkena serangan jantung mendadak saat merokok dalam keadaan perut kosong.
Merokok saat berbuka puasa dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Bahkan, nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong setelah berpuasa akan lebih besar dibandingkan setelah keadaan perut terisi.
Ramadan jadi terapi berhenti merokok

Mengingat bahaya merokok saat berbuka puasa, perokok sebaiknya menghindarinya. Ramadan justru bisa dimanfaatkan sebagai terapi berhenti merokok.
Kemampuan menahan diri untuk tidak merokok dari Subuh hingga Maghrib menjadi bukti ketergantungan pada rokok bisa dilakukan selama ada niat. Sejumlah pakar kesehatan menyebutkan ada beberapa efek terjadi pada tubuh perokok selama 12 jam berhenti.
Pada enam jam pertama, detak jantung mulai melambat. Setelah 12 jam, tubuh mulai terbebas dari nikotin. Bila dilakukan teru menerus, tekanan darah akan membaik setelah sebulan. Sistem kekabaln tubuh mulai pulih.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?