Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
(Foto: Sportskeeda.com)
Dream – Siapa mengira jika seorang superstar olahraga ternyata bisa depresi? Tapi itulah yang terjadi. Untungnya, ia tak malu meminta bantuan untuk bisa segera keluar dari penyakit mental itu.
Perjuangan untuk keluar dari perasaan negatif ini sangat berat, sampai ia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Begitu disampaikan oleh Michael Phelps dalam sebuah acara yang digelar untuk memperingati National Children’s Mental Health Awareness Day.
Untungnya Phelps segera mendapatkan bantuan professional hingga akhirnya ia bisa bebas dari penyakit mental depresi. Menurut Phelps pelajaran yang dapat ia ambil dari pengalamannya adalah jangan malu untuk meminta tolong.

“ Ada saatnya kita meminta bantuan, saya mendorong siapapun untuk meminta bantuan,” ujarnya.
Depresi bukan perasaan stres atau sedih biasa, tapi perasaan tidak bahagia dan tak punya harapan. Gangguan ini bisa berlangsung setidaknya dua minggu dan bisa mengganggu fungsi sosial dan kegiatan sehari-hari penderitanya.
Depresi di Amerika menyerang 6,1 persen orang dewasa setiap tahunnya. Sementara di Indonesia sendiri menurut data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, ada sekitar enam persen atau 16 juta jiwa warga yang mengalami gangguan mental emosional.
Bisa diobati!
Jangan ragu untuk berobat jika Anda mengalami depresi. Kini konseling atau pengobatan untuk penyakit depresi telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga gratis.
Peran serta masyarakat juga diperlukan untuk lebih peka mengenali tanda-tanda depresi pada orang sekitarnya.

Untuk mencegah jatuh ke dalam lubang depresi, biasakan untuk tidak memendam perasaan. Miliki orang yang dipercaya untuk menjadi tempat curahan hati juga bisa menjadi salah satu cara yang efektif.
Tak lupa pasrah dan percaya bahwa segala sesuatu di atas bumi terjadi atas ijin Allah SWT.
Sebagai tambahan, pilih alat bantu kesehatan yang dapat membantu penggunanya untuk mengendalikan emosi. Seperti kalung dan gelang Ginsamyong Jade Powder.

Terbuat dari serbuk batu giok Korea yang memberikan empat manfaat terapi untuk kesehatan pemakainya. Salah satunya, energi dalam batu giok sudah lama dikenal bisa menstimulasi tubuh memproduksi hormon endorfin atau hormon anti stress sehingga penggunanya lebih mudah mengendalikan emosi.
Tiga manfaat lainnya adalah…klik di sini.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

