Kondisi Kawah Misterius, Tempat Tenggelamnya KRI Nanggala-402

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Mei 2021 16:47
Kondisi Kawah Misterius, Tempat Tenggelamnya KRI Nanggala-402
KRI Nanggala-402 diduga tenggelam di kawah penuh lumpur.

Dream - Badan KRI Nanggala-402 berhasil ditemukan oleh tiga kapal militer China, Yong Xing Dao-863, Nan Tuo-195, Tan Suo-2, bersama enam kapal selam Indonesia. Sayangnya, badan KRI Nanggala-402 belum dapat diangkat.

Dari hasil operasi gabungan tersebut didapati KRI Nanggala-402 berada di dalam kawah misterius di bawah laut. Diduga, badan kapal tertutup lumpur sehingga menyulitkan evakuasi.

" Di kawah yang berdiameter 38 meter dengan kedalaman kurang lebih 10-15 meter, itu pun belum bisa masuk ke dalamnya," ujar Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksda Iwan Isnurwanto, dikutip dari Merdeka.com.

Iwan mengatakan apa yang ada dalam kawah tersebut belum bisa diketahui. Dia belum bisa memberikan gambaran mengenai kondisi kawah karena tim belum dapat melakukan survei ke titik tersebut.

" Belum tahu apa yang ada di kawah tersebut, secara pasti belum dapat digambarkan. Kami hanya memperkirakan saja, saat ini mungkin posisinya berada di kawah tersebut," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Medan Penuh Lumpur

Secara umum, kata Iwan, kondisi medan di kawah didominasi lumpur. Saking tebalnya, sonar belum dapat mendeteksi keberadaan logam.

" Kita sampai sekarang belum tahu dan juga kami sampaikan ini adalah lumpur," kata dia.

Selanjutnya, Iwan mengatakan terdapat sejumlah tonjolan di kawah tersebut. Diduga tonjolan tersebut merupakan bagian dari KRI Nanggala-402.

" Di lumpur ada tonjolan-tonjolan ini, bisa mungkin dia (badan kapal) tertimbun oleh ini lumpur badan tekannya, tapi saat ini pun menggunakan sonar belum bisa mendeteksi logam," kata dia. (mut)

2 dari 5 halaman

Bagian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Ditemukan Dekat Kawah Misterius Bawah Laut

Dream - Sejumlah temuan baru didapatkan selama operasi pencarian dan investigasi tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Atas bantuan kapal China, bagian dari bodi kapal selam tersebut berhasil ditemukan.

" Ini adalah perkembangan dari investigasi bersama bantuan kapal China, Tan Suo Er Hao," ujar Panglima Komando Armada II, Laksda Iwan Isnurwanto, dikutip dari Merdeka.com.

Iwan mengatakan kapal China tersebut melakukan survei bawah laut hingga kedalaman 800 meter. Hasil survei yang didapat hampir sama dengan data pemetaan oleh KRI Rigel.

" Kami temukan hal yang tak jauh beda dengan KRI Rigel, ditemukan semacam kawah dengan kedalaman 10-15 meter yang belum kami ketahui apa di dalamnya," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

5 Agenda Operasi Penyelamatan KRI Nanggala-402

Iwan pun menjelaskan kapal Tan Suo Er Hao menjalankan lima agenda operasi penyelaman (dive operation) selama terlibat dalam pencarian KRI Nanggala-402. Pertama, menjalankan investigasi detail dengan deep vehicle hingga kedalaman 839 meter.

Dive operation kedua yaitu melakukan pengukuran dan pemetaan. Pada agenda ketiga, upaya pengangkatan dengan menyangkutkan tali slink agar dapat mengangkat bagian kapal.

Pada dive operation keempat, upaya difokuskan pada kawah misterius untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya mengingat situasinya yang tertutup lumpur dan gelap. Sedangkan pada dive operation kelima, upaya difokuskan pada bagian dalam kawah dan meluaskan area cakupan sonar.

 

4 dari 5 halaman

Sejumlah Bagian KRI Nanggala-402 Sudah Terlihat

" Ada tiga bagian (KRI Nanggala-402), pertama Bow Section atau bagian haluan, kedua ada Sail Section atau anjungan, ketiga ada Stern Section atau bagian buritan," kata Iwan.

Pada bow section, kata Iwan, terlihat ruang torpedo dan patahan di depan pintu masuk kapal. Di bagian anjungan atau sail section terlihat pintunya di sebelah kanan terlepas.

" Pada stern section (buritan) terlihat kemudi selam, propeller juga terlihat, ini di dalam kedalaman 839 meter," ucap Iwan.

 

5 dari 5 halaman

Upaya Pengangkatan

Iwan menerangkan Kapal Tan Suo mencoba melakukan pengangkatan setelah melihat bagian kapal tersebut. Salah satunya, mengangkat bagian anjungan seberat 18 ton.

" Tan suo sudah coba angkat anjungan dengan berat 18 ton, bayangkan dibawa ke atas dengan robot dikaitkan dengan slink, hari pertama dicoba putus slinknya," ucap dia.

Akibat tali slink putus, kata Iwan, kapal Tan Suo membuat kalkulasi ulang. Kalkulasi dilakukan dengan estimasi berat mencapai 20 ton.

" Masih coba mengangkat dengan menambah slink yang ada," kata Iwan.

Menurut Iwan, ada sejumlah pecahan KRI Nanggala 402 sudah ditemukan dan diselamatkan. Bagian terbaru adalah life raft, benda penting dalam fungsi penyelamat di sebuah kapal.

" Life raft juga terlihat dan sudah diangkat oleh Kapal Tan Suo, beratnya 700 kg. Sudah kami simpan dengan baik di KRI Teluk Banten," Iwan menandasi.

Selain itu, sejumlah benda lain yang turut diselamatkan Kapal Tan Suo adalah antena kapal, pelindung kabel torpedo yang ada di kemudi vertikal, hidropon yang ada di haluan, dan buku panduan.

 

Beri Komentar