6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Kabar bahagia buat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Pasar yang kerap bergerilya di dunia maya, termasuk di jejaring sosial WhatsApp.
Ramadan 2021 nanti, para UKM bisa lebih leluasa menggunakan WhatsApp Business. Sebab, WhatsApp berkolaborasi dengan UKM Indonesia membuat program Pasar JuWAra.
Program tersebut merupakan pelatihan para pedagang pasar untuk belajar berdagang secara online menggunakan WhatsApp Business.
" Melihat keterbatasan masyarakat saat ini membuat para pedagang pasar banyak kehilangan kosumennya, dan WhatsApp ingin menjembatani hal tersebut supaya mereka bisa mempertahankan usahanya," ujar Esther Samboh Manager Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia dalam konferensi pers pada Kamis, 8 April 2021.
Kata Ester, saat ini banyak para pedagang menggunakan WhatsApp agar usaha mereka tetap berjalan lancar. Kehadiran kolaborasi ini juga memudahkan para konsumen untuk berbelanja tanpa harus datang ke pasar.

" Para pedagang pasar harus didekati dan diberi tahu, tentang adanya teknologi WhatsApp Business ini yang akan membantu memajukan usaha mereka," ujar Dewi Meisari perwakilan dari UKM Indonesia di kesempatan yang sama.

Kata Dewi, selama ini para pedagang menggunakan messenger atau SMS untuk berjualan, akan tetapi itu sering mendapat protes dari para konsumennya karena membalas pesan yang lama.
Dengan menggunakan WhatsApp Busines, mereka dapat memasang jam kerja, mebalas pesan secara otomatis, dari pesan otomatis itu akan langsung terhubung ke katalog yang ada di WhatsApp Business.

Katalog tersebut berisikan dari barang dagang dari setiap toko, jadi memudahkan pembeli untuk memilih apa yang mereka butuhkan.
Program Pasar JuWAra ini mencakup 20 kota dari 15 provinsi, 25 orang pendamping dari UKM Indonesia, 55 Pasar dengan target lebih dari 1000 pedagang pasar yang akan bergabung.
" Dengan adanya pendampingan program ini, sangat berperan membantu para pedagang, karena jika mereka melakukan sendiri masih banyak rasa takut akan kesalahan," tutup Dewi.
Laporan: Radhika Nada
Dream – Selain Tunjangan Hari Raya (THR), pemerintah akan melakukan cara-cara lain untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Caranya, memberikan bantuan sosial (bansos) kepada puluhan juta penerima.
“ Penyaluran bantuan kepada 20 juta penerima manfaat berupa beras 10 kilogram,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 7 April 2021.
“ Penyaluran pencairan sembako dari Juni ke awal Mei selama dua bulan. Jadi, ini dipercepat,” kata dia.
Selain itu, Airlangga melanjutkan, pemerintah mendorong pelaksanaan hari belanja online nasional (Harbolnas) dilakukan pada H-10 dan H-5 Lebaran. Pelaksanaan Harbolnas ini ditujukan untuk produk nasional.
Yang menarik, pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim saat Harbolnas berlangsung. Pemerintah pun menyiapkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk subsidi ongkos kirim.
“ Hari belanja online ditujukan untuk produk lokal dan pemerintah akan memberikan subsidi ongkir. Pemerintah menyiapkan Rp500 miliar,” kata dia.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pihak swasta untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. Tunjangan ini bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat sebelum Lebaran di tengah pandemi COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Jokowi ingin momentum pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 tetap dijaga. Salah satu caranya adalah mendorong konsumsi masyarakat.
“ Sudah saatnya pihak swasta memberikan THR,” kata Airlangga dalam konferensi pers, dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 7 April 2021.
![]()
Dia mengatakan pemerintah sudah memberikan sederet insentif kepada swasta salah satunya pajak penghasilaan (PPh) ditanggung pemerintah dan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).
Insentif berupa pajak ditanggung pemerintah ini sudah mengerek penjualan mobil sebesar 143 persen pada Maret 2021. Di sektor properti, relaksasi sudah membantu peningkatan penjualan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 10 persen, menengah 20 persen, dan tinggi 10 persen.
Dengan memberikan THR kepada pegawai, pemerintah memprediksi uang ratusan triliun akan mengalir ke pasar.
“ Pembayaran THR, estimasi daripada anggaran yang bisa masuk ke pasar adalah 215 triliun (rupiah),” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
