Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Http://www.peterparkerblog.com/)
Dream - Keputihan kerap dialami para wanita. Gangguan yang satu ini terkadang membuat tidak nyaman karena diserta rasa gatal di sekitar area kewanitaan.
Tak hanya itu, ada pula yang mengatakan bahwa keputihan mengindikasikan adanya gangguan kesuburan. Keputihan dianggap dapat menghambat kehamilan bagi para wanita yang telah menikah. Lantas benarkah demikian? Berikut ulasannya.
Jika cairan keputihan yang keluar dari organ kewanitaan berwarna putih dan tidak berbau serta tidak disertai keluhan lainnya, maka kondisi ini normal dialami oleh wanita.
Sebagian wanita mengalami keputihan ini terus-menerus selain hari-hari haidnya. Terkadang sedikit dan kadang banyak.
Adapun pengaruh keputihan terhadap rahim dan kesuburan tidak signifikan. Sepanjang keputihan tidak disertai keluhan lain seperti nyeri, gatal, bintik darah, demam atau lainnya.
Dengan kata lain, ada tidaknya keputihan tidak banyak mempengaruhi peluang keberhasilan pembuahan sel telur.
Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah lama siklus haid, keteraturannya, waktu yang dipilih untuk melakukan hubungan, dan teknik berhubungan yang benar, jika Anda menginginkan anak.
Selengkapnya baca di sini. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains