Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wajar jika berat badan naik turun dalam setahun. Saat suasana lebaran seperti sekarang misalnya. Bobot kamu mendadak naik drastis karena terlalu banyak makan kue kering sisa Lebaran kemarin.
Saat berat badan turun kita biasnaya akan langsung lompat kegirangan. Apalagi jika turunnya sangat drastis, bisa sampai 5 hingga 10 kg dalam enam bulan.
Namun Sahabat Dream sebaiknya jangan sedang dulu saat berat badan turun cepat. Sebaliknya, kamu harus waspada. Bisa jadi ini adalah tanda yang harus diwaspadai.
" Justru berat badan yang turun drastis tanpa diet atau olahraga jadi pertanda kalau harus segera memeriksakan diri ke dokter," kata Anne Cappola, MD, seorang ahli endokrinologi dan profesor kedokteran di University of Pennsylvania.
Berat badan yang turun drastis dalam waktu singkat bisa jadi gejala awal dari kondisi kesehatan yang serius.
Nah berikut 4 masalah kesehatan serius yang bisa jadi pemicu penurunan berat badan secara drastis.
Penurunan berat badan adalah gejala umum hipertiroidisme — atau tiroid yang terlalu aktif. Ini berarti tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang membantu mengatur metabolisme, memompa terlalu banyak hormon dan mengakibatkan perubahan tubuh.

Biasanya akan disertai kondisi jantung berdebar, sulit tidur dan merasa panas sepanjang waktu. Harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Mereka yang sedang mengalami depresi biasanya tak menyadari. Sampai orang di sekelilingnya melihat perubahan fisik siginifikan, salah satunya tubuh yang semakin kurus, bawah mata yang menghitam dan kulit yang kering.

" Pada banyak kasus orang depresi mereka kehilangan semangat hidup, tak nafsu makan, insomnia. Kondisi psikologisnya menggerogoti kesehatan fisiknya," ungkap Cappola.
Selalu haus, buang air kecil sepanjang malam dan berat badan turun drastis. Ini merupakan gejala diabetes terutama pada tahap dini.

Diabetes menyebabkan tubuh mengisap makanan dari otot-otot, yang memicu penurunan berat badan secara tiba-tiba.
Beberapa jenis kanker, serta tumor atau luka di perut atau usus, dapat menyebabkan masalah peradangan atau malabsorpsi yang dapat menyebabkan penurunan berat badan. Bisa juga pertanda adanya tumor atai kanker kerongkongan.
(Sah, Sumber: Prevention)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya