Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Sate Buntel Kaserin Khas Solo/Twitter Kelapa Gading Mal
Dream - Masih mengangkat kebudayaan, lagi-lagi La Piazza Summarecon Kelapa Gading kembali mengahadirkan suasana tradisional dalam pegelaran Festival Kuliner bertemakan " Ngenteni Buka Ning Pasar Klewer" .
Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, acara ini semakin memperkaya destinasi para pelancong untuk mencicipi masakan khas Nusantara sebagai menu berbuka puasa. Bukan hanya cemilan, menu utama alias makanan berat juga dapat ditemui di area bernuansa Solo ini.
Hal ini juga turut mengingatkan kembali akan peristiwa kebakaran yang menimpa pasar Klewer beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk penghormatan pada sejumlah pedagang batik, acara ini juga memberikan kesempatan bagi 36 peserta Bazar Batik Pasar Klewer untuk meramaikan acara ini.
" Kami sangat antusias dalam mempersiapkan acara ini. Sebelumnya kami telah menyelenggarakan JFFF dan kali ini merupakan acara spesial karena bukan hanya festival kuliner melainkan berkolaborasi dengan para pedagang batik yang didatangkan langsung dari Solo. Diharapkan masyarakat semakin mengenal budaya Indonesia khususnya Jawa" , ungkap Liliawati Raharjo, selaku Direktur Summarecon di La Prisma, La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, pekan lalu.
Jelang berbuka puasa, area ini telah dipenuhi oleh sejumlah pengunjung yang tak sabar mencicipi kuliner khas Nusantara seperti, Nasi Liwet dan ayam goreng kampung Ny Lany, Markobar, Serabi Solo Notosuman Ny. Handayani, Jamu Arum Sari, Dawet Bu Dermi Pasar Gede Solo dan masih banyak lainnya.
Ria, salah satu pengunjung juga sangat antusias dengan acara ini, " Seru banget karena buka puasanya jadi berbeda. Makanan enak dan yang terpenting suasananya yang oke banget. Harganya juga bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa seperti saya ini" .
Penataan lampu serta dekorasi yang cantik semakin apik saat berpadu dengan lantunan musik gamelan, keroncong, campur sari, wayang humanoid serta tarian tradisional.
Sajian berbuka puasa dengan kuliner Pasar Klewer ini, akan berlangsung mulai 19 Juni sampai 5 Juli 2015. Buka setiap hari mulai pukul 12 siang hingga 11 malam.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
