Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Layla Richards (Foto: Great Ormond Street Hospital)
Dream - Penyakit kanker darah atau leukimia, jadi salah satu kanker yang kasusnya banyak terjadi pada anak-anak. Penyakit ini dianggap mematikan dan pasien harus menjalani proses pengobatan menyakitkan.
Hal itu pun tak menjamin sel kanker bisa bersih total. Tapi sebuah metode pengobatan baru yang dikembangkan di Inggris mengklaim bahwa dua bayi bisa sembuh dan leukimia. Percobaan
pengobatan dengan teknik revolusioner ini menyembuahkan bocah 16 bulan bernama Layla Richards dan seorang bayi berusia 11 bulan yang tak dipublikasi namanya.
Pengobatan dilakukan di London's Great Ormond Street Hospital. Metodenya dengan menyuntikan sel imunitas yang telah dimodifikasi secara genetik. Sel tersebut dirancang untuk menyerang sel kanker.
" Selama satu tahun dokter melakukan clinical trial, dan ini merupakan pengobatan kanker yang sukses. Pengobatan menggunakan T-cells, atau CAR-T. Dua anak terlibat dalam penelitian ini dan 18 bulan hingga 1 tahun setelah pengobatan, mereka dinyatakan sembuh," ujar Profesor Waseem Qasim, kepala penelitian.
Tahun lalu, Layla Richards jadi bayi pertama di dunia yang diberikan terapi sel imunitas. Ia didagnosis mengidap Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Lisa Foley, sang ibu optimistis anaknya bisa sembuh.
" Kami tak ingin menerima perawatan paliatif (perawatan untuk pasien yang akan meninggal dunia), jadi kami meminta dokter untuk mencoba pengobatan baru pada putri kami. Meski pegobatan tersebut belum pernah diuji coba sebelumnya," kata Lisa Foley, ibu dari Layla.
Ashleigh Richards, ayah Layla, mengugkap memang ada ketakutan. Hal itu karena pengobatan tak pernah diaplikasikan sebelumnya pada manusia. Risiko gagal dan kematian tetap ada, tapi ia tetap tak mau berhenti berusaha.
" Layla sakit dan mengalami kesakitan luar biasa, kami harus melakukan sesuatu," ujarnya.
Immunoterapi ini memang telah lama diprediksi jadi terapi kanker yang efektif. Baru kali ini terbukti bisa menyembuhkan. Tapi sebelum disempurnakan seperti sekarang, terapi tersebut juga sering mengalami kegagalan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan