Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dolce dan Gabbana Berharap Publik Tiongkok Terima Permohonan Maaf

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 25 November 2018 13:01
Dolce dan Gabbana Berharap Publik Tiongkok Terima Permohonan Maaf
Keduanya ini meminta maaf setelah reaksi yang berkembang atas kalimat rasis yang dilontarkan oleh Gabbana.

Dream – Pendiri label mode Italia, Dolce and Gabbana, Stefano Gabbana dan Domenico Dolce, meminta maaf kepada masyarakat Tiongkok. Keduanya ini meminta maaf setelah reaksi yang berkembang atas kalimat rasis yang dilontarkan brand itu. 

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin 26 November 2018, Dolce dan Gabbana meminta maaf melalui video yang diunggah pada hari ini.

“ Kami menawarkan permintaan maaf kepada orang-orang Tiongkok di seluruh dunia,” kata Gabbana.

Mereka berharap permintaan maafnya diterima. Dia berkata duet pendiri Dolce and Gabbana ini sangat menyukai Tiongkok dan menyukai kebudayaannya.

“ Kami berharap kesalahpahaman tentang budaya Tiongkok dapat diampuni. Kami selalu tergila-gila dengan Tiongkok. Kami sering mengunjunginya. Kami telah berkunjung ke banyak kota. Kami sangat mencintai budaya kalian,” kata dia.

Video ini berakhir dengan ucapan maaf dalam bahasa Mandarin.

1 dari 1 halaman

Ini Asal-Muasalnya

Masalah ini bermula dari Gabbana yang menghina Tiongkok melalui akun Instagramnya. Unggahan yang dianggap menghina itu bocor. 

Merek itu telah menghadapi kritik luas untuk kampanye iklan. Iklan ini menampilkan model orang Tiongkok yang berjuang makan hidangan Italia seperti pizza dan cannoli dengan sumpit.

Tuai Protes

Reaksi yang dihasilkan ini telah memaksa jaringan bisnis fesyen itu membatalkan show di Shanghai, Tiongkok, dan pengecer di Tiongkok dan Hong Kong telah berhenti menjual produknya.

Rekaman video sebuah protes di Milan pada hari Rabu, yang menunjukkan belasan orang Tiongkok memegang tanda “ bukan saya” di luar toko di Via Monte Napoleone, telah banyak beredar di media sosial.

Para pengunjuk rasa termasuk Liu Xingyu, seorang model pria yang muncul di salah satu acara di rumah mode Milan.

Sementara itu, tangkapan layar percakapan WeChat antara pelanggan yang meminta pengembalian dana dan perwakilan dari lini anak-anak Dolce & Gabbana telah menjadi viral di media sosial Tiongkok.

Di dalamnya, wanita itu mengatakan dia tidak lagi ingin memakai merek itu karena takut orang-orang dibully orang-orang dan meminta pengembalian deposit 2.400 yuan (Rp5 juta) untuk pembelian produk.

Beijing telah memilih untuk tidak terlibat langsung dalam masalah itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, menegaskan masalah Dolce dan Gabbana bukanlah masalah diplomatik. Pemerintah tidak akan ikut campur.

" Alih-alih meminta juru bicara kementerian luar negeri, lebih baik untuk meminta orang-orang biasa di Tiongkok untuk melihat bagaimana mereka melihat masalah ini," kata Geng. (ism)

Beri Komentar