Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duo Pendiri Dolce And Gabbana Meminta Maaf Kepada Masyarakat Tiongkok. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pendiri label mode Italia, Dolce and Gabbana, Stefano Gabbana dan Domenico Dolce, meminta maaf kepada masyarakat Tiongkok. Keduanya ini meminta maaf setelah reaksi yang berkembang atas kalimat rasis yang dilontarkan brand itu.
Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin 26 November 2018, Dolce dan Gabbana meminta maaf melalui video yang diunggah pada hari ini.
“ Kami menawarkan permintaan maaf kepada orang-orang Tiongkok di seluruh dunia,” kata Gabbana.
Mereka berharap permintaan maafnya diterima. Dia berkata duet pendiri Dolce and Gabbana ini sangat menyukai Tiongkok dan menyukai kebudayaannya.
“ Kami berharap kesalahpahaman tentang budaya Tiongkok dapat diampuni. Kami selalu tergila-gila dengan Tiongkok. Kami sering mengunjunginya. Kami telah berkunjung ke banyak kota. Kami sangat mencintai budaya kalian,” kata dia.
Video ini berakhir dengan ucapan maaf dalam bahasa Mandarin.
Masalah ini bermula dari Gabbana yang menghina Tiongkok melalui akun Instagramnya. Unggahan yang dianggap menghina itu bocor.
Merek itu telah menghadapi kritik luas untuk kampanye iklan. Iklan ini menampilkan model orang Tiongkok yang berjuang makan hidangan Italia seperti pizza dan cannoli dengan sumpit.
Tuai Protes
Reaksi yang dihasilkan ini telah memaksa jaringan bisnis fesyen itu membatalkan show di Shanghai, Tiongkok, dan pengecer di Tiongkok dan Hong Kong telah berhenti menjual produknya.
Rekaman video sebuah protes di Milan pada hari Rabu, yang menunjukkan belasan orang Tiongkok memegang tanda “ bukan saya” di luar toko di Via Monte Napoleone, telah banyak beredar di media sosial.
Para pengunjuk rasa termasuk Liu Xingyu, seorang model pria yang muncul di salah satu acara di rumah mode Milan.
Sementara itu, tangkapan layar percakapan WeChat antara pelanggan yang meminta pengembalian dana dan perwakilan dari lini anak-anak Dolce & Gabbana telah menjadi viral di media sosial Tiongkok.
Di dalamnya, wanita itu mengatakan dia tidak lagi ingin memakai merek itu karena takut orang-orang dibully orang-orang dan meminta pengembalian deposit 2.400 yuan (Rp5 juta) untuk pembelian produk.
Beijing telah memilih untuk tidak terlibat langsung dalam masalah itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, menegaskan masalah Dolce dan Gabbana bukanlah masalah diplomatik. Pemerintah tidak akan ikut campur.
" Alih-alih meminta juru bicara kementerian luar negeri, lebih baik untuk meminta orang-orang biasa di Tiongkok untuk melihat bagaimana mereka melihat masalah ini," kata Geng. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya