Cara Hilangkan Benjolan di Area Kewanitaan dengan Aman

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 4 Februari 2021 10:15
Cara Hilangkan Benjolan di Area Kewanitaan dengan Aman
Siapa yang pernah mengalami hal ini?

Dream – Seringkali wanita dikejutkan dengan munculnya benjolan di sekitar kemaluan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran adanya masalah serius yang memengaruhi kesehatan kewanitaan.

Jangan panik Sahabat Dream, sebenarnya benjolan yang muncul di sekitar bulu kemaluan umumnya tidak berbahaya, kok. Munculnya benjolan umumnya disebabkan karena kebiasaan mencukur bulu kemaluan terlalu pendek atau hingga habis.

Saat bulu itu tumbuh di bawah kulit, tubuh akan merespons rambut sebagai benda asing yang kemudian memicu gejala, seperti gatal, nyeri, kemerahan, hingga muncul benjolan.

Cara menghilangkan benjolan di sekitar bulu kemaluan wanita terbilang cukup mudah. Bahkan benjolan dapat hilang dengan sendirinya.

Tapi kamu bisa lakukan perawatan rumahan atau menggunakan obat medis untuk menghilangkannya, berikut caranya.

1 dari 4 halaman

Pakai sabun dan air hangat

Bersihkan area benjolan dengan air hangat dan sabun, bersihkan dengan gerakan memutar ke dalam selama 10-15 detik secara lembut. Cara ini dapat mendorong rambut untuk tumbuh dan melembabkan kulit.

Ilustrasi© Shutterstock

Kompres panas

Suhu panas dapat membantu rambut naik ke permukaan kulit, setelah rambut tumbuh melewati kulit, kamu bisa mencabutnya dengan memakai pinset yang sudah disterilkan. Apabila kamu mencoba mencabut rambut sebelum muncul ke permukaan kulit, akan berpotensi memunculkan jaringan parut.

2 dari 4 halaman

Tidak mencukur bulu sebelum rambut tumbuh keluar kulit

Hindari mencukur kembali bulu kemaluan sebelum rambut benar-benar tumbuh ke luar kulit, hal tersebut berpotensi memicu iritasi atau bahkan risiko infeksi.

Mengoleskan salep

Mengoles salep dapat membantu mengurangi nyeri, mempercepat proses penyembuhan, serta meminimalkan risiko infeksi.

Selain salem bisa juga gunakan krim anti gatal, seperti hidrokortison, atau lidah buaya murni, atau minyak pohon teh yang sudah di encerkan.

Apabila benjolan ini sudah menjadi infeksi cukup parah, seperti benjolan berisi nanah, cobalah obati dengan konsultasi ke dokter untuk meminta obat antibiotik.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq)

3 dari 4 halaman

Wajib Tahu! 3 Jenis Makanan Harus Dihindari Ini Agar Miss V Tidak Bau

Dream – Makanan sangat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk miss V. Bagi wanita, kesehatan miss V wajib diperhatikan agar tidak menimbulkan penyakit serius.

Karena itulah asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Selain itu, makanan juga mengandung zat tertentu yang dapat mengubah keseimbangan bakteri baik dan jahat pada miss V.

Untuk membantu mengurangi bau pada miss V, disarankan untuk tidak mengonsumi deretan makanan ini.

Makanan yang diawetkan

Bagi miss V, makanan awetan bersifat merugikan karena dapat mengeluarkan bau tidak sedap, hingga mengalami kekeringan, infeksi ragi, infeksi saluran kemih, hingga rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Ilustrasi© Shutterstock

Makanan dan minuman yang diawetkan pasti menggunakan zat kimia sebagai pengawet selain itu juga ditambah garam, gula, atau lemak tambahan yang lebih banyak kandungannya.

Makanan yang dikemas dengan cara dikalengkan, dibekukan, dikeringkan, dipanggang, hingga dipasteurisasi terlebih dahulu, itu adalah beberapa jenis makanan yang dihindari agar miss V tidak bau.

4 dari 4 halaman

Makanan dan minuman tinggi gula

Gula dapat membunuh bakteri baik di miss V.

Selain itu, gula juga bisa meningkatkan risiko kamu mengalami iritasi, luka, hingga infeksi ragi di area sensitif, sehingga jenis makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.

Konsumsi gula harian tidak boleh lebih dari enam sendok teh atau 25 gram.

Ilustrasi© Shutterstock

Susu dan daging yang mengandung hormon buatan

Menyuntikkan hormon estrogen dan testosteron sintetis adalah praktik yang cukup awam terjadi di peternakan. Hal ini dilakukan untuk membuat hewan ternak mengalami kenaikan berat badan yang cepat sehingga mereka bisa cepat dijual dengan harga tinggi.

Bagi konsumen, penyuntikan hormon ini akan berdampak negatif bagi kesehatan.

Ilustrasi© Shutterstock

Sebab, hormon tersebut akan ada dalam daging dan susu serta produk olahannya. Hormon sintetis yang masuk ke tubuh manusia akan mengganggu produksi hormon estrogen alamiah sehingga cairan vagina mengering dan miss V lebih rentan berbau hingga infeksi.

Maka dari itu disarankan untuk mengonsumsi daging dan susu dengan porsi yang tidak berlebihan.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar