Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Cara Jitu Biar Tak Mudah Haus Saat Berpuasa

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 14 April 2022 08:24
Cara Jitu Biar Tak Mudah Haus Saat Berpuasa
Layak dicoba, Sahabat Dream.

Dream - Bagi Sahabat Dream yang memiliki banyak aktivitas selama Ramadan, terkadang rasa haus begitu terasa. Terutama jika melakukan aktivitas di luar ruangan saat siang hari.

Rasa haus memang tak terhindarkan, tapi dengan keyakinan untuk beribadah kepada Allah SWT puasa akan berjalan lancar. Dikutip dari KlikDokter.com, untuk kamu yang sering terserang haus saat puasa ada trik untuk menguranginya. Layak dicoba!

1. Atur Asupan Minum Ketika Sahur dan Berbuka Puasa
Cara menahan haus saat puasa yang pertama adalah minum sebanyak 8 gelas air putih dalam 1 hari. Meskipun berpuasa, kita tetap harus mencukupi kebutuhan tersebut saat sahur dan berbuka. Kamu bisa mengatur konsumsi air putih dengan minum air 2 gelas saat sahur, 3 gelas saat berbuka, dan 3 gelas sebelum hingga setelah tarawih.

2. Kurangi Aktivitas yang Mengeluarkan Banyak Keringat
Beberapa aktivitas biasanya tetap dilakukan saat berpuasa. Sebisa mungkin hindari melakukan aktivitas berat, apalagi di bawah sinar matahari. Hal tersebut adalah salah satu cara agar tidak cepat haus saat puasa.

Jika ingin olahraga, sebaiknya lakukan menjelang buka puasa. Ini bertujuan agar rasa haus dan lelah bisa segera terbayarkan saat bedug magrib tiba.

 

1 dari 6 halaman

3. Perbanyak Makan Buah dan Sayur
Sayur maupun buah kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa jenis sayur dan buah juga kaya akan air yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sebagai cara menghilangkan haus saat puasa, konsumsilah beberapa buah dan sayur yang tinggi akan kandungan air, misalnya semangka dan timun.

4. Hindari Makanan Pedas dan Asin
Cara agar tidak mudah haus saat puasa selanjutnya adalah menghindari makanan pedas dan asin. Meskipun menggoda, namun saat sahur lebih baik hindari kedua makanan tersebut. Selain dapat menyebabkan haus, kedua jenis makanan tersebut bisa mengganggu saluran pencernaan Anda. Hal ini berpotensi menyebabkan kekurangan cairan dan energi.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 6 halaman

Kondisi Tubuh Bila Booster Vaksin Covid-19 Saat Puasa

Dream - Setelah dua tahun karena pandemi Covid-19 pemerintah melarang mudik, tahun ini akhirnya diperbolehkan. Tentunya hal ini disambut penuh semangat masyarakat.

Sangat disarankan, bagi mereka yang mudik sudah melakukan divaksinasi Covid-19 dosis lengkap dan booster. Terutama yang menggunakan transportasi publik seperti kereta api.

Bila belum vaksin booster, maka calon penumpang wajib melakukan tes Antigen. Saat puasa seperti sekarang, melakukan vaksinasi sebenarnya tak membatalkan puasa.

Kamu tetap bisa vaksin booster Covid-19 dan berpuasa. Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana dampak vaksin pada kondisi tubuh yang sedang berpuasa?

Dikutip dari KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menjelaskan dari segi medis, mendapatkan suntikan booster saat puasa boleh-boleh saja. Terlepas dari efek samping yang akan terjadi, vaksin booster nyatanya tidak menimbulkan efek kesehatan fatal jika diberikan saat puasa.

" Seiring waktu, perlindungan vaksin terhadap virus dapat menurun. Oleh karena itu, vaksin dosis booster dibutuhkan untuk mencegah infeksi virus corona, terutama di kala puasa," kata dr. Devia.

Booster dapat membantu membentuk imunitas tubuh yang baik terhadap virus corona. Dengan menerima dosis tersebut saat puasa, sistem imun tubuh dapat lebih kuat terhadap paparan virus. Daya tahan tubuh yang baik memang dibutuhkan ketika berpuasa.

 

3 dari 6 halaman

KIPI Booster Saat Puasa

Dijelaskan dr. Devia, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau efek samping yang muncul setelah mendapat booster COVID-19 umumnya bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Efek samping booster umumnya meliputi sakit di lengan yang disuntik, merasa lelah, sakit kepala, pegal, dan demam. Namun, beberapa orang mungkin juga tidak mendapatkan efek samping apa pun setelah mendapatkan booster.

“ Jika terjadi KIPI, pastikan untuk istirahat cukup. Jika mengalami pegal di tempat suntikan, bisa kompres dengan air dingin. Kemudian, kalau muncul demam, minum obat parasetamol dan air putih yang cukup saat berbuka puasa,” kata dr. Devia.

Selain itu, dr. Devia menyarankan, untuk menggunakan kompres hangat untuk membantu meredakan demam dan sakit kepala karena booster selama masih berpuasa. Penting untuk menjaga vitalitas sebelum vaksin dan bila memungkinkan sebaiknya ambil jadwal yang mendekati waktu berbuka.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Terapkan Kebiasaan Buka Puasa yang Sehat Menurut Medis

Dream - Menahan lapar dan dahaga sejak Subuh hingga Maghrib memang bukan hal mudah. Terutama jika kita tetap bekerja dan jadwalnya sangat padat. Butuh stamina yang baik agar ibadah puasa lancar hingga akhir Ramadan.

Salah satu cara untuk membuat kondisi tubuh tetap fit saat puasa adalah dengan menerapkan cara berbuka yang sehat. Tak bisa dipungkiri, setelah lapar puasa kita kerap 'balas dendam' saat berbuka.

Hal ini sebaiknya tak dilakukan. Pencernaan bisa bermasalah, kembung, mual bahkan hingga muntah. Ada cara sehat yang sangat disarankan medis saat buka puasa. Terapkan ritual buka puasa ini, yang juga tak jauh berbeda yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

1. Segera Batalkan saat Azan Maghrib
Kemacetan, pekerjaan yang mendesak, dan hal-hal serupa lainnya bisa membuat kita menunda untuk berbuka puasa. Hal ini tidak baik bagi kesehatan.
Semakin lama menunda untuk makan atau minum, padahal sudah waktunya berbuka, semakin besar pula risiko mengalami badan lemas dan dehidrasi.

 

5 dari 6 halaman

2. Asupan Manis Alami

Setelah puasa seharian, kita cenderung tidak sabar untuk segera makan dan minum dalam porsi besar. Biasanya, dengan hidangan manis. Hal tersebut tidak salah, karena harus mengganti kalori yang telah digunakan untuk beraktivitas seharian.

Ilustrasi jus susu kurma

Penting untuk tetap berhati-hati saat menyantap asupan manis. Akan lebih baik jika memilih makanan dengan rasa manis alami, seperti kurma atau potongan buah segar, seperti semangka, melon atau apel. Kurma adalah makanan terbaik untuk mengawali buka puasa

 

6 dari 6 halaman

3. Batasi Makanan Mengandung Gula Tambahan

Pastikan untuk membatasi konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula tambahan, seperti kolak, es buah, dan sebagainya. Selain itu, kombinasikan pula konsumsinya dengan air putih. Hal ini sebagai kompensasi rasa haus yang mungkin muncul setelah mengonsumsi asupan mengandung pemanis tambahan.

4. Makan dengan Perlahan
Tata cara berbuka puasa yang baik selanjutnya adalah makanlah dengan perlahan dan bertahap. Kunyah makanan hingga halus sempurna untuk membantu pencernaan menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian.

Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter.

Beri Komentar