Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Anak Bermain Mainan Tiup (Foto: Shutterstock)
Dream - Tak semua anak bisa menyalurkan dan mengungkapkan emosinya dengan baik. Banyak yang justru menangis kencang hingga berguling, mengamuk, memukul benda dan orang di sekitarnya atau membanting-banting mainannya.
Pada anak usia balita (bawah lima tahun) biasanya hal tersebut terjadi karena mereka belum bisa berbicara dengan jelas. Sehingga tak bisa menyampaikan keinginan dengan baik.
Mengamuk pun jadi hal sering dilakukannya.
Namun untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas atau usia sekolah dasar harus sudah mulai diajarkan mengemukakan perasaannya. Menyampaikan emosi melalui hal lain atau bercerita soal perasaan yang dialami, baik di rumah maupun sekolah dengan cara yang baik. Bukan dengan marah dan mengamuk.
Jika memang anak sangat kesal, tak bisa mengontrol emosi karena suatu hal, coba ajarkan teknik pernapasan sederhana. Teknik pernapasan ini terbukti bisa meredakan level emosi pada
anak. Caranya cukup mudah, yaitu dengan memanfaatkan permainan.
- Mainan tiup
Gunakan mainan tiup untuk mengalihkan fokusnya. Ajarkan si kecil untuk meniup mainan tersebut hingga bergerak cepat dan level emosinya mereda. Penting untuk menarik napasa
panjang, agar oksigen lebih banyak masuk ke otak sehingga emosi jadi lebih stabil. Dengan mainan tiup ini semacam visualisasi agar si kecil bisa menarik napas lebih panjang.
- Balon emosi
Selalu sediakan balon di kamar anak. Saat ia kesal, ajarkan untuk membuang kekesalannya dengan membuang hal negatif dalam balon hingga keluar semua. Dengan begitu anak juga menarik napas panjang dan bisa menurunkan amarahnya. Balon yang berisi negatif harus dibuang jauh atau dipecahkan. Pasti jadi permainan yang seru untuk meredakan amarah.
- Bubble
Untuk anak yang lebih kecil permainan balon sabun juga bisa jadi cara mengalihkan emosi negatif mereka. Meniup bubble hingga banyak lalu mengejarnya. Anak pun akan mengeluarkan
napas panjang dan ini sangat membantu mengurangi level emosi negatifnya.
Sumber: Lemon Lime
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?