Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream- Setiap musim hujan biasanya beberapa bagian tembok di rumah mulai lembap. Ditandai dengan warna dan bercak belang di beberapa area tembok. Bercak-bercak ini lama kelamaan berubah warna menjadi coklat gelap dan berjamur.
Jika Sahabat Dream membiarkannya dalam waktu yang cukup lama, dijamin dinding itu akan mengelupas dan lama kelamaan dipenuhi jamur.
Selain tidak sehat, dinding lembap dan berjamur juga akan merusak tampilan ruangan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding tentunya tidak sedap dipandang.
Namun, apakah dengan mengecat ulang, masalah sudah dapat selesai begitu saja? Tentu saja belum. Untuk itu Sahabat Dream perlu mengetahui cara mencegahnya untuk dapat mengurangi masalah dinding yang lembab dan berjamur di kemudian hari.
Simak lima caranya.
© Ilustrasi foto: Shutterstock
Dalam banyak kasus penyebab dari dinding yang lembap adalah dari terpaparnya dinding bagian luar oleh air hujan. Bisa jadi tembok rumah menempel langsung dengan tembok rumah orang lain sehingga ada celah sempit yang tidak terlihat. Celah ini sangat mudah dilalui oleh air dan air akan terserap oleh tembok ke bagian dalam rumah anda.
Agar masalah dinding lembap atau berjamur dapat diatasi lebih dini, sebaiknya selalu memeriksa bagian luar rumah. Cek secara teratur apakah ada kerusakan atau tidak, terutama sebelum dan setelah musim penghujan. Atap rumah adalah bagian luar terpenting yang harus diketahui keadaannya agar tidak terjadi kebocoran rumah.
Mencegah tentunya lebih baik daripada 'mengobati', bukan? Nah, hal lain yang perlu dilakukan adalah membersihkan talang air rumah.
Jangan sampai ada dedaunan atau puing-puingan yang menumpuk di sana sehingga nanti air tidak dapat mengalir dengan baik. Kalau perlu pasang pelindung talang air agar dedaunan yang jatuh tidak masuk ke dalamnya.
© Ilustrasi foto: Shutterstock
Jika rumah Sahabat Dream cenderung mudah lembap atau kondensasi, sebaiknya pilih pelapis dinding yang tahan kelembapan.
Pilihlah permukaan yang dicat dan pilih cat yang dirancang khusus untuk digunakan di dapur dan kamar mandi. Dengan demikian, selain mampu menahan kelembapan dan uap, permukaan dinding dengan formulasi demikian juga dapat dengan mudah dibersihkan ketika ada jamur berkembang.
© Ilustrasi foto: fobuma.com
Agar kondensasi di dalam rumah bisa diminimalisir, maka harus memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Ventilasi yang bagus dapat membantu uap air keluar dari rumah sehingga ruangan tidak lembab.
Dapat memasang kipas ekstraktor di kamar mandi dan dapur agar tempat-tempat tersebut tetap kering dan tidak lembap.
Jika ventilasi rumah dirasa kurang, opsi lainnya adalah dengan membuka jendela jika memungkinkan. Bingkai jendela masa kini umumnya sudah dilengkapi dengan fitur pengunci sehingga dapat membuka jendela tanpa khawatir kaca jendela pecah karena bingkai terus-terusan bergerak oleh angin.
Hal ini sangat penting dilakukan apalagi setelah musim hujan di mana kita umumnya jarang membuka jendela agar udara dingin dari luar tidak masuk ke dalam rumah.
© Ilustrasi foto : Shutterstock
Hal selanjutnya yang perlu Sahabat Dream lakukan untuk mencegah dinding lembap dan berjamur adalah dengan menjaga suhu di dalam rumah tetap hangat. Hindari pengembunan atau kondensasi karena dapat membuat dinding lembab dan lama kelamaan bisa berjamur jika dibiarkan terus menerus.
Insulasi loteng dan dinding dapat membantu menciptakan ruangan yang lebih hangat. Selain itu, pemasangan kaca ganda yang tepat akan membantu menghindari jendela berkabut karena panel bagian dalam kaca diisolasi dari udara dingin di luar. Intinya buat ruangan rumah tetap hangat dan tidak berembun.
© Ilustrasi foto: arsitag.com
Kondensasi dapat terbentuk di belakang furnitur dan perabot yang menyentuh dinding luar yang lebih dingin, yang akhirnya menghasilkan pertumbuhan jamur. Cobalah untuk memposisikan furnitur beberapa sentimeter dari dinding luar, agar udara dapat bersirkulasi.
Jika rumah mengalami banyak pengembunan di jendela, pilihlah penutup jendela (gorden) yang bisa dipindahkan jauh dari bingkai. Pasang tiang atau rel gorden yang panjang lebar sehingga kamu bisa menarik gorden jauh dari jendela.
Sumber: HGTV
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan