Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketersediaan vaksin yang aman dan berkhasiat masih terus diupayakan pemerintah Indonesia. Rencananya, program vaksinasi Covid-19 akan menggunakan vaksin yang sedang uji klinis di Indonesia, maupun vaksin jadi yang diimpor.
Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah masih menunggu izin emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum melakukan vaksinasi pada awal tahun 2021.
Sambil menunggu, perlu diketahui saat ini ada beberapa jenis vaksin yang dapat dilakukan hingga vaksin Covid-19 bisa diperoleh.
Mengutip situs Satgas penanganan Covid-19, Sabtu, 19 Desember 2020, Dokter Dirga Saksi Rambe mengungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) selama ini sudah merekomendasikan beberapa jenis vaksin yang bisa dilakukan selama pandemi.
Ketiga vaksin ini bisa mencegah seseorang terserang penyakit yang gejalanya ditemukan juga pada pasien Covid-19.
Ketiga vaksin yang sudah banyak digunakan orang dewasa tersebut adalah vaksin influenza, vaksin pneumonia (radang paru), dan vaksin pertusis (batuk rejan).
Dokter Dirga menjelaskan vaksi influenza disarankan rutin disuntiksetiap setahun sekali. Vaksin ini diyakini memiliki efek protektif terhadap penyakit Covid-19.
Khusus untuk vaksin pneumonia diberikan kepada mereka yang berusia di atas 50 tahun.
" Ketiganya adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan saluran pernafasan," ujar Dokter Dirga.
Sambil menunggu vaksin yang hanya ditujukan melawan virus Covid-19, baiknya kita tetap disiplin 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun).
Seperti diketahui, penyebaran utama Covid-19 melalui droplet, yaitu cipratan liur berukuran sangat kecil yang bisa menyebar saat sedang berbicara, bersin, atau batuk.
Tak hanya itu, penerapan 3T (Testing, Tracing, Treatment) juga dimaksimalkan oleh pemerintah.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang PS Brodjonegoro, menyatakan, tahap uji klinis Vaksin Merah Putih dipercepat. Dengan begitu, vaksin untuk Covid-19 karya anak bangsa ini dapat diproduksi massal pada akhir 2021.
" Kami sudah komunikasi dengan Bio Farma, sudah komunikasi dengan BPOM, kita akan melakukan upaya percepatan untuk uji klinis, tetap dengan memperhatikan semua protokol yang dibutuhkan," ujar Bambang saat roadshow mobile lab BSL-2 versi Bus di Universitas Gadjah Mada, disiarkan channel YouTube Kemenristek/BRIN.
Bambang mengatakan, telah menerbikan Surat Keputusan mengenai pengembangan Vaksin Merah Putih. Salah satu institusi yang terlibat yaitu UGM, yang mengembangkan vaksin berbasis platform protein rekombinan.
" Kebetulan UGM menggunakan protein rekombinan," kata Bambang.
Saat ini, terdapat tiga institusi dengan pengembangan vaksin yang cukup cepat. Ketiganya yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga.
Bibit vaksin yang dikembangkan tiga institusi ini telah masuk tahap uji hewan. Dalam waktu dekat, bibit vaksin akan diserahkan ke Bio Farma untuk dikembangkan sampai siap produksi massal.
" Nah, perkiraannya ketiganya punya potensi menyerahkan bibit vaksin kepada Bio Farma di triwulan satu tahun depan," ucap Bambang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya