Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Camilan
Dream - Banyak yang menganggap mengonsumsi camilan bisa membuat tubuh menjadi gendut karena tidak memiliki gizi yang baik oleh tubuh. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar sebab tidak semua camilan buruk untuk tubuh.
" Ngemil enggak selalu berkonotasi negatif, gimana tergantung memilih camilan, sudah cukup cermat belum memilih camilan," kata ahli gizi, Widya Fadila dalam webinar, Kamis 6 Januari 2021.
Menurut Widya, memakan camilan menjadi salah satu upaya pemenuhan gizi. Hanya saja, perlu diperhatikan kandungan gizi dalam makanan itu yang baik untuk tubuh.
" Kita harus pintar memilih camilan, pertama kita cari itu camilan yang mengandung gula alami, cari camilan dengan bahan alami misalnya dari singkong atau ubi dan gluten free juga kombinasi dari nutrisi dicamilan itu harus lengkap, seperti ada protein, vitamin dan mineral," ungkapnya.

Widya menyarankan untuk memilih camilan yang sudah lolos uji BPOM dan jelas kandungan nutrisi dan tanpa bahan pengawet serta MSG.
" Kalau camilan di kemasan diperhatian nutrisinya. Untuk kombinasi nutrisi minimal mengandung korbohidrat dan protein serta tidakmengandung MSG," imbuhnya.
Dia menyarankan untuk makan camilan dua kali dalam sehari dan sesuai dengan kebutuhan kalori yang diperlukan tubuh.
" Camilan dimakan dua kali sehari, sebelum makan siang dan sebelum makan malam. Pukul sepuluh pagi dan empat sore tapi tergantung jam makan orang ya," ungkap Widya.
Salah satu camilan yang menawarkan nutrisi dan tanpa MSG adalah telur gabus Kata Oma. menurut Furiyanti, founder Kata Oma, camilan ini berbahan alami.
" Ini tanpa pengawet dan rasanya rumahan banget," ungkap Furi.

Furi menambahkan, camilan ini dibuat karena jarang ada camilan yang berbahan alami dan bergizi.
" Telur gabus ini dibuat karena keprihatinan oma saya dan beliau memiliki standar tinggi dalam membuat camilan seperti enak dengan bahan-bahan alami seperti tidak ada MSG dan pengawet," ucap dia.
Kini, produk camilan ini sudah dipasarkan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, China, dan Vietnam. " Akan menyusul Korea dan Malaysia," imbuh Furi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya