Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Anak Batuk (Foto: Shutterstock)
Dream – Anak balita sering mengalami batuk keras atau batuk dengan suara seperti menggonggong? Bisa jadi mereka terkena croup. Croup merupakan infeksi virus yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran pernafasan bagian atas, umumnya menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. D
Batuk ini sangat menular dan dapat disebabkan oleh berbagai virus, salah satunya ialah virus parainfluenza yang merupakan virus flu. Suara batuk yang terus-menerus disebabkan oleh radang pada tenggorokan dan aliran udara yang tersumbat.
Saluran pernapasan pada anak sangat kecil, sehingga jika saluran ini menyempit maka dapat menyebabkan sesak dan kesulitan bernapas. Biasanya croup dapat hilang dalam beberapa hari. Namun karena virus ini menganggu saluran udara, anak pada beberapa kasus sangat kesulitan bernapas.
Anda dapat mengetahui gejala dari virus ini dengan munculnya batuk keras dan menggonggong pada si kecil. Pernapasan mereka pun sesak dan tampak tak beraturan. Ada hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk croup terjadi.
Seperti mencuci tangan dengan sabun dan air. Hindari pula kontak fisik dengan orang yang sedang batuk atau flu. Ingatkan anak untuk menutup hidung dan mulut dengan tangan ketika hendak batuk atau bersin.
Virus ini kerap muncul di malam hari ketika udara dingin. Anda bisa meredakan batuk yang muncul dengan memberi uap hangat. Jika disertai dengan demam, berikanlah buah hati parasetamol.
Tapi jika demam cukup tinggi hingga 39 derajat celcius dan kondisi kulit tampak biru atau keabu-abuan di sekitar mulut, hidung atau kuku jari, segera periksalah ke dokter. Gejala ini menandakan bahwa anak sudah kekurangan oksigen dan membutuhkan perawatan medis segera.
Sumber: Kid Spot
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha