Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

Daftar Permainan yang Wajib Dimainkan Balita, Apa Saja?

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 19 Februari 2018 15:58
Daftar Permainan yang Wajib Dimainkan Balita, Apa Saja?
Dengan menyediakannya permainan yang beragam dan terlibat langsung bersama si kecil saat bermain, efeknya begitu besar pada perkembangannya.

Dream - Secara alami, bermain adalah hal yang paling disukai oleh anak. Namun sayangnya, beberapa orangtua menganggap bermain merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat. Tak heran jika mereka melarang anaknya untuk bermain.

Padahal, bermain dapat merangsang daya kreativitas dan kemampuan lainnya. Permainan juga tidak semuanya sama. Ada beberapa jenis permainan dengan manfaat yang berbeda-beda.
Orang tua perlu mengenali jenis-jenis permainan tergantung dari rentang umur hingga mood si kecil.

Dengan menyediakannya permainan yang beragam, seru dan tentunya terlibat langsung bersama si kecil saat bermain, efeknya begitu besar pada perkembangan anak. Bukan hanya kemampuan motorik, tapi juga kognitif dan psikologisnya. Berikut permainan yang sebaiknya selalu dimainkan anak, karena memiliki banyak manfaat.

1. Independent play
Jenis permainan ini biasa dilakukan oleh anak usia 2 - 3 tahun. Pada rentang umur tersebut, anak-anak masih belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Terlebih jika ia merupakan
pribadi yang pemalu. Maka ia akan lebih nyaman apabila bermain sendirian. Tak perlu khawatir. Dengan bermain sendirian, anak akan terlatih untuk mampu menghibur dirinya sendiri
tanpa mengandalkan orang lain.

2. Associative play
Anda dapat melakukannya dengan menggabungkan dua orang anak di dalam satu ruangan. Mereka mungkin akan larut dengan pilihan mainannya masing-masing. Namun seiring degan
berjalannya waktu, mereka akan membuka percakapan. Jenis permainan ini sangat bagus diterapkan sebagai awal mula membangun komunikasi dan kemampuan sosial anak.

3. Dramatic play
Kini saatnya untuk melatih daya imajinasi si kecil lebih lanjut. Lakukan permainan dengan menggunakan peran. Biarkan mereka berperan sebagai dokter dan pasien. Mereka akan belajar
bagaimana caranya bergantian, bekerja sama dan berkomunikasi lebih banyak.

4. Competitive play
Setelah tali pertemanan kian menguat, Anda sudah mulai bisa mengajaknya bermain dengan temannya. Ajak mereka untuk bermain lomba sederhana. Ajarkan konsep menang dan kalah kepada mereka terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka akan termotivasi untuk berkompetisi secara sehat.


Laporan Annisa Mutiara

Sumber: Verywell

Beri Komentar