Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Destinasi Di Puncak Bogor (Shutterstock.com)
Jabar berlakukan semi lockdown.
Dream - Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta para bupati untuk turut serta mencegah dampak penyebaran virus corona. Caranya dengan menutup destinasi wisata di seluruh Jabar untuk menghindari potensi orang berkerumun.
Instruksi itu disampaikan Ridwan lewat video conference dengan 27 bupati dan wali kota. Penutupan dijalankan terhitung sejak Senin hingga 14 hari ke depan.
"Dalam video conference telah saya sampaikan minimal dua minggi dari sekarang dikurangi dibukanya tempat-tempat wisata yang sifatnya berkerumun dan massal," kata Ridwan, dikutip dari Liputan6.com

Menurut Ridwan, penutupan tidak berlangsung penuh namun sebagian atau semi lockdown. Caranya dengan membatasi jumlah pengunjung untuk destinasi tertentu, seperti pendakian gunung.
"Untuk objek wisata yang sifatnya individu misalnya menjelajah gunung yang tidak rombongan seperti di Kabupaten Bogor itu sudah tidak dibuka, istilahnya semi lockdown," kata dia.
Kebijakan ini diterapkan usai sebelumnya Ridwan mengumumkan sekolah, kampus untuk belajar di rumah. Juga untuk perkantoran agar bekerja di rumah.

Belajar dan bekerja dari rumah mulai dijalankan tanggal 16 dan berakhir pada 30 Maret 2020. Ridwan berharap potensi penyebaran virus corona dapat ditekan.
"Seharian kemarin, kami berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota, juga ada sekretaris daerah terkait sekolah di rumah, kami umumkan sekarang konsepnya bukan libur tapi bersekolah di rumah," kata dia.