Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Robot Pelayan Restoran (Shanghaiist)
Dream - Korea Selatan boleh saja memprediksi robot segera menggantikan tenaga manusia di berbagai perusahaan. Mereka menyebut robot secara masif akan menggusur fungsi tenaga kerja manusia pada 2020.
Baca: Robot Gantikan Manusia, Siap-siap Nganggur
Tapi lihatlah yang terjadi di Guangzhou, China, saat ini. Dua restoran yang mempekerjakan robot malah tutup. Sepertiga rumah makan dengan tenaga kerja robot yang masih buka, memecat mesin-mesin cerdas mereka. Robot-robot itu dianggap tak becus bekerja.
“ Robot tidak bisa membawa sup atau makanan lain dengan stabil dan mereka akan sering menjatuhkannya,” kata salah satu pekerja restoran, dikutip Dream dari Shanghaiist.com, Kamis 7 April 2016.
“ Bos telah memutuskan untuk tidak pernah menggunakan mereka lagi,” tambah pelayan yang pernah menjadi rekan kerja robot itu.
Pelayan lain menyebut robot hanya bisa melakukan sebagian kecil pekerjaan di restoran saja. Kemampuan robot-robot itu dinilai sangat terbatas. “ Mereka tidak bisa menerima order atau menuangkan air panas kepada pelanggan,” kata pelayan lainnya.
Restoran-restoran di China memang banyak yang sudah menggunakan robot sebagai pelayan. Untuk mempekerjakan satu robot di restoran, biayanya mencapai 50 ribu yuan atau sekitar Rp 102 juta. Itu belum termasuk biaya bulanan untuk listrik dan reparasi robot jika rusak.
Dengan biaya tersebut, banyak pemilik restoran di China berpikir ulang. Ongkos produksi dengan robot dinilai terlalu mahal jika dibandingkan dengan mempekerjakan manusia. Sehingga, banyak yang menilai robot belum siap menggantikan manusia.
Menurut salah satu pemilik restoran, robot hanya bagus dipakai untuk menyambut tamu di pintu masuk. “ Robot bisa menarik banyak pelanggan, tapi mereka ternyata tidak bisa menghilangkan kebutuhan akan tenaga manusia.”
Menurut Zhang Yun, Wakil Kepala Guangdong University of Technology, robot sangat bagus untuk meningkatkan produksi barang di pabrik, dengan tugas berulang. Robot tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik di bidang pekerjaan yang memerlukan interaksi dengan manusia.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?