Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dulu Diejek Pakai Baju Ukuran 8XL Karena Kelebihan Berat Badan, Kini Buktikan Bisa Berubah.
Dream - Saat memakai kemeja atau celana terasa longgar, ini jelas merupakan indikasi bahwa kamu kehilangan berat badan. Sebuah pertanda yang bagus bagi kaum wanita yang menjalani diet.
Begitulah yang dirasakan seorang wanita Malaysia ketika memamerkan transformasi tubuhnya yang cukup luar biasa.

Dalam sebuah video singkat di Instagram, wanita yang hanya disapa sebagai Aysha Alam mengenakan baju kedodoran bersama temannya.
Ternyata, baju ukuran 8XL yang selama ini dipakainya kini sudah terlihat kebesaran. Bahkan bisa menampung dirinya dan seorang temannya!
Keceriaan terlihat jelas di wajah Aysha saat mengenakan blus panjang ukuran raksasa bersama temannya itu.
Aysha mengaku mengalami obesitas sejak awal usia 20-an. Berat badannya bahkan hampir 200 kilogram (kg). Kondisi ini tentu menyulitkan kehidupannya sehari-hari.

Wanita berusia 30 tahun ini menuturkan kelebihan berat badan membuat dirinya sulit untuk bergerak. Selain dia juga harus memakai baju khusus ukuran 8XL.

" Sulit untuk berjalan bahkan satu langkah saja, saya bisa sakit punggung. Saya tidak bisa keluar untuk jalan-jalan lama.
" Baru satu menit berjalan, saya merasa lelah dan harus duduk beristirahat sebelum melanjutkan berjalan," katanya.
Aysha mengatakan, situasi yang paling menyiksanya adalah ketika setiap kali ingin buang air besar atau kecil di toilet.
Kalau di rumah, Aysha masih dibantu oleh anggota keluarganya masuk ke toilet. Entah didorong dari belakang atau berjalan menyamping.

" Paling susah kalau di luar, apalagi toilet umum yang masih menggunakan WC jongkok. Saya tidak bisa menggunakannya.
" Jadi saya harus menahan diri dari buang air kecil atau besar sampai pulang," kata wanita asal Kajang, Selangor ini.
Mengaku sering menjadi korban body shaming, wanita yang sebelumnya mengenakan baju ukuran 8XL ini kerap menjadi bahan gunjingan orang.
" Kalau saya ke mana-mana, orang-orang akan melihat saya. Mereka memotret atau merekam video, dari jauh saya tahu mereka sedang bicara tentang saya.
" Kalau yang laki-laki tidak usah ditanya lagi, mereka malah terang-terangan bilang badan saya besar sekali," kenangnya dengan perasaan sedih.
Namun dia baru tersadar untuk bersungguh-sungguh menurunkan berat badan sejak ayahnya meninggal dunia pada Oktober 2020 di usia 56 tahun karena diabetes.

" Sebelum meninggal, ayah saya pernah mengatakan bahwa saya sudah menikah tetapi suami saya masih bisa menerima keadaan saya. Padahal tidak semua suami bisa menerima keadaan seperti saya.
" Ayah bilang kalau tidak sekarang, sampai kapan (menurunkan berat badan)? Kesehatan saya perlu dijaga dan saya harus melakukannya dengan usaha saya sendiri," katanya.
Wanita yang menikah sejak 2014 ini kemudian bertekad menerapkan pola makan sehat sebelum masuk tahap selanjutnya dengan melakukan olahraga.

" Setelah berat badan mulai turun, saya bisa jalan 100 meter, 500 meter, lalu satu kilometer (km). Alhamdulillah, sekarang saya bisa jogging sejauh 5 km.

" Sekarang bisa pakai sepatu hak tinggi. Dulu, saya tidak hanya khawatir tumit sepatu rusak, kursi yang saya duduki di pesta pernikahan juga patah," katanya.
Dengan berat badannya yang semakin menyusut, kini Aysha sudah bisa mengenakan baju ukuran 3XL dan mengerjakan sholat dengan lebih leluasa.
Tak puas dengan pencapaiannya, Aysha yang kini berbobot 115kg akan mengejar target baru. Dia akan menurunkan berat badannya hingga 75kg.
" Kalau bukan diri kita sendiri yang berubah, siapa lagi yang mau berubah? Kita yang harus menentukan hidup kita. Jangan berhenti berusaha menjadi lebih baik," pungkasnya.
Sumber: mStar
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya