7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Serangan jantung dapat muncul tak terduga. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut serangan jantung merupakan pembunuh nomor wahid saat ini.
Dilaporkan Science Daily, menurut riset University of Sidney, risiko serangan jantung meningkat 17 kali lebih tinggi usai terjadinya infeksi di saluran pernapasan.
Riset yang diterbitkan jurnal Internal Medicine tersebut menyebut bahwa infeksi pernapasan semisal influenza dan bronkitis memicu penyumpatan arteri jantung.
Salah seorang peneliti, Geoffrey Tofler mengatakan bahwa peningkatan risiko serangan jantung tidak selalu bertepatan usai mengalami gejala pernapasan.
"Puncak serangan itu pada tujuh hari dan perlahan menurun, namun kembali meningkat ketika satu bulan," ucap Geoffrey.

Penelitian terhadap 578 pasien jantung koroner membuktikan gejala infeksi pernapasan mendorong serangan jantung. 17 persen pasien melaporkan tujuh hari pasca influenza dan bronkitis membuat mereka terkena serangan jantung.
Sementara itu, 21 persen mengalami serangan jantung setelah 31 hari.
Peneliti utama kasus serangan jantung tersebut, Lorcan Ruane menyebut infeksi saluran pernapasan bagian atas terasa umum. Tetapi, kondisi tersebut tetap harus diwaspadai karena dapat meningkatkan 13 kali lipat serangan jantung.
"Meskipun infeksi saluran pernafasan bagian atas kurang diperhatikan, penting untuk memahami hubungan mereka dengan risiko serangan jantung, terutama saat kita memasuki musim dingin, misalnya di Australia," kata Lorcan.
Para dokter selama ini menyarankan upaya pencegahan inspeksi saluran pernapasan salah satunya dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya serat dan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain dengan asupan makanan, jika diperlukan kamu juga bisa mengonsumsi Larutan Penyegar Cap Badak.
Larutan ini mengandung Gypsum Fibrosum dan Galcareous Spar yang membantu mengobati panas dalam akibat kekurangan konsumsi makanan kaya serat dan vitamin C.
Kedua bahan tersebut dapat kamu temukan pada . Larutan Penyegar Cap Badak tersedia tanpa rasa dalam kemasan botol 200 mililiter dan 500 mililiter. Sedangkan kemasan kaleng 320 mililiter mempunyai tujuh varian rasa buah segar, jeruk, stroberi, melon, leci, jambu, anggur dan apel.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?