6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Siomay/masakanpraktis.com)
Dream - Sahabat Dream, siapa sih yang tak suka jajan atau membeli makanan yang dijual di pinggir jalan kadang kita lakukan?
Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga mudah tergoda melihat ragam makanan yang dijual di tepi jalan. Apalagi di waktu kritis seperti jam makan siang atau pulang kantor. Siomay, batagor, ketoprak, sate, semua tampak menggiurkan.

Foto: Ilustrasi gerobak ketoprak/Kaskus
Sahabat Dream pernah sakit perut setelah jajan, bahkan sampai buang-buang air? Biasanya kita menyimpulkan kalau makanan yang barusan dikonsumsi itu kotor atau tidak diproses dengan baik.
Namun, selain dua hal itu ada satu penyebab yang jarang kita pikirkan, yaitu jajanan Anda telah terpapar oleh logam berat. Bagaimana mungkin?
Dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, terbukti, meskipun tidak melampaui ambang batas maksimum, makanan yang dijual di pinggir jalan mengandung timbal. Terutama makanan yang dijual tanpa penutup.
Untuk Sahabat Dream ketahui, logam berat seperti Timbal (Pb), Merkuri atau Air Raksa (Hg), Arsenik (As), dan Cadmium (Cd) sangat bahaya bagi tubuh karena selain selain ukurannya sangat kecil, juga bersifat toksik dan punya sifat bioakumulasi atau cenderung terakumulasi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuangnya, dampaknya akan merusak organ terutama darah
Dampaknya adalah timbul penyakit seperti kanker, kerusakan saraf, paru-paru, gagal ginjal, menurunnya tingkat kecerdasan, anemia, pengeroposan tulang hingga kemandulan.
Timbal sendiri berasal dari asap pembuangan kendaraan bermotor. Semakin dekat lokasi berjualan dengan pinggir jalan, dan semakin ramai situasi jalan, tentu saja berdampak pada semakin tingginya kandungan timbal dalam makanan.
Oleh karena itu Sahabat Dream harus lebih selektif dalam membeli makanan. Perhatikan lokasi tukang jajanan jangan yang terlalu dekat dengan jalan, apalagi jalanan kota besar yang selalu macet.
Cari juga makanan yang ditutup. Atau untuk lebih amannya, buat sendiri dan bawa makanan dari rumah.
Lalu, bagaimana cara mengatasi logam berat yang mungkin sudah masuk ke tubuh selama ini?
Ada tiga hal utama yang mudah dilakukan Sahabat Dream:
Poin pertama dan kedua barangkali kita sudah mengetahuinya, tapi yang sering dianggap sepele adalah menjalani gaya hidup yang sehat dan pola makan yang baik untuk mendetoksifikasi racun-racun dalam tubuh kita.
Tapi, tentunya butuh waktu untuk membersihkan racun sudah bertahun bahkan puluhan tahun mengendap.
Untungnya saat ini ada produk kesehatan yang dapat membantu mempercepat proses detoksifikasi. Untuk lebih jelasnya dapat di klik di sini.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
