Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Boracay Beach (http://asia.etbtravelnews.com/)
Dream - Filipina memang bukan negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Tapi, negeri jiran itu tengah gencar mendorong “ kesadaran halal” di tempat-tempat tujuan wisata mereka.
Kebijakan ini tentu saja untuk menggeret wisatawan Muslim dunia agar berbondong datang ke Filipina. Program “ kesadaran halal” ini digencarkan setelah peluncuran Philippine Halal Tourism Project, pekan lalu.
Sekretaris Departemen Pariwisata Filipina, Ramon Jimenez Jr., mengatakan, negaranya tak mau ketinggalan untuk ikut menikmati kelegitan kue bisnis wisata syariah dunia, yang nilainya mencapai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 2.625 triliun.
Proyek yang diluncurkan di SMX Convention Center, Kota Pasay, itu merupakan bagian dari program kerja 100 hari Departemen Pariwisata Filipina, bekerja sama dengan Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF), Kamar Dagang dan Industri Halal Filipina (Hiccip), dan Crescent Rating, perusahaan pemeringkat wisata Muslim yang berbasis di Singapura.
Untuk program ini, Departemen Pariwisata Filipina dan berbagai organisasi terkait menyiapkan dapur-dapur dan fasilitas halal di 43 hotel, resort, restoran, dan berbagai tujuan wisata lain di negara itu. Untuk jaminan, semua dipastikan “ bersertifikat halal.”
“ Hal terbaik dan terpenting untuk menjamu wisatawan adalah makanan. Dan jika Anda tidak menyediakan makanan halal, maka ada segmen masyarakat yang tak terlayani,” ujar Jimenez, sebagaimana dikutip Dream dari Inquirer.net, Senin 12 April 2016.
Mengutip hasil survei Crescent Rating, Jimenez menyebut Filipina menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mampu menggaet 20 hingga 25 persen dari pasar syariah yang nilainya Rp 2.625 triliun itu.
Dan saat ini, pasar yang sudah siap bagi Filipina adalah wisatawan Muslim dari Malaysia. Peningkatan kedatangan mereka menjadi nomor satu, dengan tingkat pertumbuhan double-digit.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
