BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Foto: Youtube/Engel & Voelkers Cork
Dream – Sebuah pulau pribadi di Irlandia telah terjual US$6,4 juta, setara Rp93,6 miliar. Pembelinya berasal dari Eropa dan hanya melihat video pulau tersebut karena adanya pembatasan wilayah akibat pandemi Covid-19.
Pulau yang bernama Pulau Kuda ini terletak di lepas pantai Schull di Cork Barat. Pulau Kuda kaya akan sejarah dan telah menjadi rumah bagi industri tembaga yang berkembang antara 1820 hingga 1874.
Pada tahun 1841, populasi di pulau ini meningkat sebanyak 137 orang, sebagian besar bekerja di pertambangan. Pada 1965 semua penduduknya telah meninggalkan pulau Kuda. Tetapi beberapa reruntuhan desa dan rumah-rumah tua masih dapat ditemukan di pulau tersebut.
Pulau Kuda memiliki pemandangan alam yang indah. Termasuk tiga pantai berpasir yang dihuni oleh anjing laut. Terdapat pula ladang pertanian dan margasatwa alami.
Selain itu, ada juga rumah utama seluas 4.500 meter persegi. Rumah ini memiliki enam kamar tidur dan terdapat pula dua buah pondok dengan tiga kamar tidur.
Semua properti ini langsung menghadap ke Samudera Atlantik dan Teluk Air Roaring. Para tamu dapat berenang dan menyelam di antara lumba-lumba.
© Foto: Youtube/Engel & Voelkers Cork
Ada pula dermaga pribadi untuk menambatkan kapal feri dan kapal pribadi, helipad, pusat kebugaran, lapangan tenis, dan rumah wisata untuk bangkai kapal.
Pulau ini juga memiliki pasokan listrik, air, dan sistem pembuangan kotoran sendiri. Serta jalan-jalan pribadi yang menyediakan akses ke semua pulau.
Pembelian pulau Kuda terjadi setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi. Pembelian tersebut juga difasilitiasi oleh broker real estate yang berbasis di Mayfair, Montague Real Estate. Dengan bantuan dari Kantor Swasta Knight Frank, Engel & Volkers dan Colliers International.
Negosiasi dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Hal ini tejadi lantaran adanya pembatasan wilayah yang menyebabkan penjual dan pembeli pulau Kuda tidak dapat langsung bertemu.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
