Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Tubuh dalam kondisi fit, begitu juga janin dalam kandungan, tentunya patut disyukuri. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang. Kehamilan sebenarnya tak perlu jadi hambatan bagi ibu untuk menjalani ibadah puasa.
Tapi Islam juga tidak memaksakan. Jika kondisi ibu atau janin kurang fit, maka diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain. Bagi ibu hamil yang berpuasa, pastikan mengonsumsi asupan kaya nutrisi saat sahur dan berbuka.
" Tentu harus diperhatikan kecukupan kalori, nutrisi, dan air yang cukup," kata dr Taufik Jamaan SpOG dari RSIA Bunda Jakarta, kepada Liputan6.com.
Sayangnya, seringkali ibu hamil yang di trimester kedua dan ketiga kerap malas minum air putih. Padahal, ibu hamil perlu lebih banyak cairan. Kecukupan cairan dalam tubuh ibu hamil bisa memengaruhi level air ketuban.
" Jangan sampai air ketubannya kurang," ungkap dr Taufik.
Fungsi air ketuban membantu pertumbuhan tulang bayi, perkembangan paru-paru, menjaga suhu konstan serta melindungi janin dari cedera luar. Itu sebabnya Taufik mengingatkan kepada para ibu hamil jangan sampai dehidrasi.
Caranya, dengan banyak mengonsumsi cairan baik saat sahur dan berbuka. Jika tidak suka air putih, bisa diselingi dengan sumber cairan lain.
" Air putih bisa diganti dengan jus atau sirup, atau makan sup. Pokoknya konsumsi makanan atau minuman yang mengandung cairan," pesan Taufik.
Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa bila ibu hamil merasakan pusing, keringat dingin, lemas, dengan tekanan darah rendah. Itu merupakan gejala hipoglikemia atau kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal.
" Jika tetap memaksakan diri melanjutkan puasa dengan kondisi tersebut, bisa pingsan, kurang oksigen, hal tersebut juga bisa berdampak ke janin," kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

