Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jumpa Pers PATA Travel Mart 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Menjadi tuan rumah Pacific Asia Travel Association (PATA) Mart 2016 mendatangkan keuntungan besar bagi dunia pariwisata Indonesia. Sebagai salah satu dari 5 besar ajang pameran wisata dunia, transaksi PATA Travel Mart diharapkan dapat mencetak keuntungan hingga Rp 1,1 triliun.
CEO PATA Chapter Indonesia, Purnomo optimistis dapat mencapai angka yang ditargetkan. Pasalnya laporan yang masuk hinga 1 Agustus lalu telah tercatat 203 organisasi dari 33 negara yang ikut bergabung. Ditambah dengan kehadiran 246 buyers dari 56 negara, serta 209 sellers dari 35 negara.
Sedangkan dari Indonesia, sudah ada 40 daftar perusahaan yang dipastikan ikut berpartisipasi. Purnomo menegaskan bahwa jumlah perusahaan biasanya akan terus bertambah di menit-menit terakhir jelang pelaksanaan.
" Yang akan hadir ada 37 jurnalis international, travel writer, 12 travel blogger, 21 organization. Dari sellers juga akan ada tour operator, travel technology, hotel atau resort, airlines dan masih banyak lainnya," terang PIC PATA Travel Mart 2016, Ika Nazaruddin saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Kamis, 11 Agustus 2016.
Lebih jauh Ika menambahkan, sebaran target peserta didominasi oleh para buyers dan sellers asal Asia Pasifik sebesar 32 persen, diikuti Eropa dengan perkiraan sekitar 25 persen.
Lalu disusul oleh negara-negara Asean dengan asumsi 22 persen. Sedangkan USA dan Kanada, Argentina dan Brazil kemungkinan hanya ada 10 persen dan Timur Tengah sebanyak 3 persen.
" Target Rp 1,1 triliun itu yang kita hitung transaksinya Indonesia. Asumsi akan diikuti 50 seller dari Indonesia jadi diperkirakan transaksi bisa mencapai Rp 1,1 triliun," imbuh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha