Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Pria Mengecek Tekanan Angin Ban. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tidak hanya mesin, rutin mengecek ban kendaraan juga tidak kalah penting. Ban merupakan komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan.
Benda ini juga menopang seluruh bobot kendaraan. Ada beberapa tindakan yang harus dilajukan agar kondisi ban selalu prima.
Tindakan ini tak hanya perlu dilakukan sebelum memulai perjalanan mudik, tetapi juga keseharian.
Berikut ini rinciannya, dikutip dari Suzuki, Senin 31 Desember 2018.
Periksa Tekanan Angin
Rutin mengecek dan menjaga tekanan angin pada ban itu wajib hukumnya. Kenapa wajib? Ada efek negatif akan muncul pada ban yang kekurangan atau kelebihan tekanan angin.
Ketika memeriksa tekanan angin, sesuaikan tekanan angin dengan berat muatan. Atau, cukup pastikan tekanan ban sudah berada di standar maksimum.
Pemeriksaan bisa dilakukan satu bulan sekali, tapi akan lebih baik jika diperiksa tiap dua minggu sekali. Pastikan juga waktu pemeriksaan dilakukan ketika suhu ban sedang dingin.
Membersihkan Ban
Seiring pemakaian, kotoran atau benda asing bisa menempel di ban. Kalau dibiarkan, benda asing ini berisiko merusak ban lebih jauh.
Makanya, kamu harus rutin membersihkan ban, baik itu dari kotoran maupun benda-benda asing yang menempel di ban.
Cek Ban Bagian Luar
Tindakan ini penting untuk memastikan tidak adanya kondisi abnormal seperti retakan atau robekan. Jika memang ada, langsung ganti ban.
Retakan atau robekan pada ban bagian luar, bisa berpotensi ban pecah ketika dibawa berkendara.
Cek Tingkat Keausan Ban
Untuk bisa melakukannya, kamu bisa melihat indikator keausan atau Thread Wear Indicator (TWI) yang ada pada tapak ban. Indikator ini ketebalannya sekitar 1,6 mm, di mana menjadi batas tapak ban maksimum.
Jika tapak ban sudah sejajar dengan indikator, kita wajib melakukan penggantian ban. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
