AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Masker kain makin banyak bermunculan di pasaran. Tampilannya pun semakin cantik dengan berbagai motif dan warna-warna, sehingga bisa menunjang penampilan. Tapi terkadang kita masih ragu apakah masker kain mampu memgadang virus atau tidak.
Namun kini rupanya kita bisa sedikit bernapas lega. Sebab, mulai ada masker kain dengan Satandar Nasional Indonesia alias (SNI), yakni Ateja Masker. Masker kain yang dibuat dari kain tenun dan kain rajut dengan berbagai jenis serat namun sudah berstandar nasional.
" Memang secara filtrasi ada lapisan anti virus di depan, masker medis pun tidak memiliki keunggulan tersebut, dalam 30 menit virus pun hancur. Melalui filtrasi di depan. Ada tiga lapis masker sehingga droplet tidak bisa masuk," kata Senior Director PT Ateja Tritunggal, Benny Judihardjo, dalam keterangannya.

Masker Ateja ini juga satu-satunya masker kain Indonesia yang mendapatkan sertifikat AFNOR UNS-1 yaitu standar masker kain yang dipergunakan di Benua Eropa.
" Ateja Mask ternyata sejalan dengan acuan standar masker kain WHO melalui Interim Guidance, yaitu model masker flat-fold dinyatakan sebagai salah satu model masker yang efektif guna meredam penyebaran Covid-19," kata dia lagi.
Masker ini merupakan masker kain tipe C yaitu masker kain untuk penggunaan filtrasi partikel yang dilengkapi fitur antiair dan antibakteri/virus.
" Ateja Mask aman dan nyaman dipakai serta mampu memproteksi manusia dari ancaman virus Covid-19, sehingga kita dapat terus menjalankan aktifitas secara normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan Gerakan 5M," imbuhnya.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli