Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Ibu Menggendong Bayi Yang Menangis.
Dream - Mendengar anak menangis, siapa yang paling cepat merespons, ayah atau ibu? Ibu cenderung langsug bergegas menghampiri, lebih sigap bangun di malam hari dan bereaksi lebih cepat saat mendengar tangisan bayi.
Ternyata hal tersebut dialami oleh seluruh ibu di seluruh dunia. Respons cepat saat bayi menangis merupakan respons universal. Sebuah riset dilakukan oleh National Institute of Child
Health and Human Development, sebuah organisasi riset di AS, untuk mengetahui bagaimana respons otak ibu saat mendengar tangisan bayi mereka.
Untuk mengetahui hal tersebut, dilakukan pemindaian otak pada 684 ibu dari 11 negara. Pemindaian dilakukan untuk mengetahui aktivitas otak yang berperan besar dalam pengasuhan, gerakan dan ucapan.
" Kami menemukan hubungan antara otak dan perilaku, yang memegang peranan kunci dalam hal ilmu saraf," ujar Marc Bornstein, kepala penelitian, seperti dikutip dari CNN.
Dari hasil pemindaian diketahui, tangisan dapat memicu daya tarik otak. Beberapa orangtua akan merespons dengan empati dan kasih sayang, dan beberapa lagi dapat pula memicu kekerasan atau malah diacuhkan.
Dalam penelitian ini, para ibu diminta menghadapi bayi-bayi mereka yang masih berusia 5,5 bulan. Dalam lima detik bayi mulai menangis, para ibu rupanya langsung menggendong dan mengajak bayi untuk berbicara.
" Hasil pemindaian juga menunjukan bahwa tangisan dapat memicu beberapa keinginan untuk bergerak, menyentuh, dan berbicara. Area otak yang menunjukan aktivasi tersebut
diberi nama dengan area 'planning' atau 'readiness'. Indera pendengaran ibu juga menunjukan reaksi, yang kemudian meneruskan stimuli ke otak. Hal ini sama halnya seperti kita mendengar bunyi alarmm" ungkap Bornstein.
Beberapa studi sebelumnya juga pernah menemukan hubungan antara melahirkan secara normal dan menyusui bayi akan memberikan respons otak yang lebih besar terhadap tangisan bayi. Salah satu penyebabnya adalah oksitosin.
Menyusui dapat meningkatkan kadar oksitosin pada otak dan tubuh ibu. Perempuan yang melahirkan secara normal juga memiliki kadar oksitosin lebih tinggi dibandingan dengan yang
melahirkan secara cesar.
Nantinya, para peneliti akan melakukan penelitian yang serupa dengan sample ibu yang lebih banyak. Penelitian ini melibatkan 684 perempuan yang pertama kali jadi ibu dari negara Argentina, Belgia, Brazil, Kamerun, Prancis, Kenya, Israel, Italia, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest