Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Koleksi Ivan GUNAWAN DI Ifw 2017
Dream - Keindahan bordir dan batik Kudus menarik perhatian Ivan Gunawan. Desainer bertangan dingin ini berhasil membuktikan bahwa kain tradisional bisa didesain menjadi rancangan bergengsi.
Bersama 3 desainer APPMI Jakarta, mereka sepakat mengusung kekhasan bordir Kudus dalam busana bertemakan 'Savana Muria'.
Membawa label pertamanya 'Ivan Gunawan', desainer sekaligus presenter ini ingin membuktikan bahwa bordir kerancang yang biasanya dikenakan untuk kebaya encim dan kutu baru dapat menjelma menjadi dress yang modern.
"Kalau biasanya cuma dipakai di kebaya encim, taplak meja, dan mukena, di tangan Igun bisa berbeda. Sesuatu yang kedaerahaan enggak boleh dikerjakan secara daerah harus lebih modern jadi gaun-gaun yang bisa dipakai menghadiri red carpet," tutur Ivan di Jakarta Convention Center, Minggu 4 Februari 2017.
Ivan memadukan bordir kerancang dengan kain-kain berwarna terang seperti kuning lemon dan shocking pink. Serta mengolah batik Kudus menjadi lebih modern dengan teknik printing dan pewarnaan yang berwarna lebih lebih lembut.
"Style abstrak terinspirasi dari tegel kuno dan bunga anggrek. Serta batik-batik print yang saya print sendiri ya,"imbuhnya.
Selain Ivan Gunawan, ketiga desainer lainnya ikut mengolah bordir khusus menjadi busana yang lebih futuristik. Seperti Rudy Chandra yang terkenal dengan rancangan feminin elegan, mencoba menuangkan bordir Kudus dalam bentuk bunga-bunga seruni, ranting dan kupu-kupu yang cantik.

Dalam busana bernuansa off white, Rudy coba menghadirkan teknik kerancang dua dimensi. Dimana bunga seruni digambarkan sebagai pecahan-pecahan kelopak dari bahan yang dibordir, lalu dirangkai kembali menjadi bunga berbentuk tiga dimensi.

Berbeda dengan Defrico Audy yang menampilkan warna-warna bold dalam nuansa serba hijau. Di tangannya, bordir kerancang yang kokoh, rumit sekaligus indah diaplikasikan untuk memperindah cropped jacket, rok lurus, gaun panjang dan sheath dress.

Terakhir, Ariy Arka mengaplikasikan bordir Kudus dalam bentuk-bentuk yang maskulin untuk memperindah busana pria. Sehingga menghasilkan baju koko konservatif dan busana kantor yang unik.
Ariy menawarkan atasan yang dibordir secara penuh membnetuk motif ayam, burung flaminggo dan motif-motif lainnya. Sedangkan untuk pemilihan warna cenderung pada warna tanah, kayu, biru langit dna coklat.
(Laporan: Rifka Annisa)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire