Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Keberadaan nyamuk bikin kita selalu was-was. Walau sudah diberi penangkal seperti obat semprot, fogging atau pengasapan, dan minyak anti nyamuk, binatang mungil itu tetap terus datang dan berkembang biak tak terkontrol.
Nyamuk memang bikin kita cemas. Dengan sekali gigitan saja, beberapa jenis nyamuk dapat menyebarkan virus dan penyakit mematikan. Seram sekali, ya?
Tapi, Tuhan pasti menciptakan makhluk dengan maksud dan tujuan yang kadang jarang kita sadari. Nggak mungkin mereka hidup hanya untuk menyebarkan penyakit.
Untuk seekor nyamuk yang bertubuh sangat kecil ini, kira-kira manfaat apa ya?
Mengutip pendapat Matan Shelomi, seorang asisten profesor entomology, National Taiwan University dalam situs Quora seperti dikutip Forbes, nyamuk memiliki banyak manfaat bagi kehidupan di dunia.
Berawal dari larvanya, nyamuk dapat menjaga kebersihan air. Mereka hidup dan makan detritus di dalam air. Seperti diketahui, detritus adalah partikel organis hasil proses penguraian sampah organik baik yang berasal dari tumbuhan ataupun hewan.

Namun untuk larva toxorhynchites, spesies tersebut dapat memangsa sesame larva nyamuk untuk dijadikan bahan makanannya.
Kehadiran nyamuk juga jadi makanan untuk para predator larva yang paling terkenal seperti Gembusia Affinis dan Gambusia Holbrooki, berasal dari Amerika Serikat. Spesies yang juga terkenal dengan sebutan mosquitofish ini biasanya dibiarkan hidup di kolam renang sebagai pengontrol.
Hal ini diasumsikan mereka akan memakan larva nyamuk daripada yang lainnya. Sebab langkah ini berhasil dilakukan kawasan kota Sochi Rusia yang merupakan daerah bebas malaria. Sochi terhindar dari penyakit ini karena tidak memiliki banyak fauna asli yang jadi serangan larva nyamuk.
Tak cuma larva, nyamuk dewasa juga menjadi sumber makanan bagi predator seperti ikan, katak, salamander, sampai kadal. Namun para pemakan serangga ini juga bisa memakan sumber makanan lain.
Tapi sebanyak-banyaknya predator, jumlahnya takkan cukup membunuh semua nyamuk yang ada. Nyamuk dewasa dapat tumbuh dengan cepat dan menebar terror dengan beragam penyakit yang dibawanya.
Sebagai ‘korban-korban’ nyamuk selama ini, kita hanya dapat mengantisipasinya agar tidak terkena penyakit yang disebarkan binatang kecil itu. Apalagi pertumbuhan buah hati juga jadi faktor untuk selalu was-was dengan keberadaan nyamuk.
Salah satu usaha yang bisa Sahabat Dream lakukan adalah menggunakan BabyGo Mosquito Repellent Patch/Sticker. Produk ini aman digunakan daripada kamu harus menyemprotkan obat nyamuk yang memiliki bau berbahaya.

Sticker inidiketahui efektif menangkal nyamuk selama delapan jam per-stickernya.
Dalam satu bungkus, terdapat enam sticker dengan resealable polybag yang dapat ditutup kembali dan sangat praktis dibawa kemana-mana.
Aman digunakan buat semua anggota keluarga termasuk ibu hamil dan bayi, BabyGo Mosquito Repellent Patch/Sticker menggunakan teknologi khusus menginfuskan 100 persen essentialnatural oil yang efektif mengusir nyamuk ke dalam kain non-tenun khusus.

Kain khusus ini akan melepaskan kandungan aroma secara perlahan untuk menjauhkan nyamuk selama pemakaian. Cara pakainya? Tinggal tempel sticker di lengan baju, kerah, celana, meja piknik, ransel, atau kereta bayi. Mudah kan?
Kamu bisa dapatkan produknya di sini, Sahabat Dream.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012