Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Maidan Tent © Delfino Sisto Legnami. Images Courtesy Of Bonaventura Visconti Di Modrone
Dream - Sebuah proposal desain baru dibuat oleh dua arsitek muda, Bonaventura Visconti di Modrone dan Leo Bettini Oberkalmsteiner, berupa proyek bangunan yang dapat membantu para pengungsi Suriah di Kamp Ritsona, Yunani.
The Maidan Tent, nama proyek tersebut, yang dalam bahasa Arab berarti 'persegi'. Bangunan ini nantinya akan berfungsi sebagai ruang umum tertutup bagi mereka yang tinggal di kamp-kamp pengungsian Yunani. " Desain dari Bonaventura dan Leo Bettini adalah hasil kehendak dan tekad kuat sekelompok orang yang ingin memberikan kontribusi penting untuk memperbaiki kondisi hidup para pengungsi," demikian tertulis di siaran pers.

Awalnya kedua arsitek itu merasakan urgensi untuk membantu krisis pengungsi Suriah dan melakukan beberapa kunjungan ke sebuah kamp pengungsi di Ritsona, Yunani pada musim semi tahun 2016. Di sanalah mereka menyaksikan langsung kerusakan psikologis usai perang dan evakuasi.
Mereka dikejutkan oleh kurangnya aktivitas sehari-hari dan lambannya kehidupan para pengungsi. Ada disorientasi, ketidakpastian dan ketakutan di dalam diri para pengungsi. Kemudian para arsitek itu pun menyadari bagaimana desain dapat berperan dalam membantu mengatasi masalah ini, terutama melalui pembuatan ruang komunitas sementara.
The Maidan Tent dapat mendorong sosialisasi dan kegiatan bersama, menjadi tempat untuk menumbuhkan komunitas, dan tempat untuk membentuk persahabatan baru. Tempat ini mungkin akan menjadi solusi untuk keterasingan dan isolasi yang terjadi selama para pengungsi bermigrasi. Sebagai struktur yang dapat dipindah-pindahkan, tenda ini siap untuk semua kondisi cuaca.

" Kami memilih kamp ini diantara banyak lainnya yang ada di negara ini karena berbagai alasan: dimensi yang lebih kecil, akan memungkinkan semua penduduk untuk mendapatkan keuntungan dari tenda, dengan bergiliran dan tanpa risiko terjadinya bentrokan," kata Bonaventura.
Bekerjasama dengan Organisasi Migrasi Internasional, badan migrasi PBB, dan profesional serta pendonor lainnya, mereka berharap proyek Tenda Maidan ini sudah akan beroperasi pada musim panas 2017.

(Sumber: theculturetrip.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan