Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Keistimewaan Bandara SIM yang Wakili Indonesia di WHTA 2016

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 11 November 2016 12:49
Keistimewaan Bandara SIM yang Wakili Indonesia di WHTA 2016
Apa ya kelebihan Bandara SIM hingga terpilih menjadi wakil Indonesia dan lolos 5 besar WHTA 2016?

Dream - Setelah tahun 2015 lalu, Indonesia berhasil memboyong tiga penghargaan wisata halal dunia dalam ajang bergengsi World Halal Tourism Award (WHTA). Kini Indonesia kembali berkompetisi di WHTA 2016 dan sukses masuk nominasi.

Hebatnya, di tahun ini wakil Indonesia yang lolos menjadi nominator berjumlah lebih banyak. Mereka mewakili 12 kategori. Di antara kedua belas kategori tersebut, salah satunya adalah World's Best Airport for Halal Travellers.

Untuk kategori tersebut, Indonesia diwakili oleh Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh. Sejauh ini, Bandara Sultan Iskandar Muda sudah lolos hingga putaran ke-2 WHTA 2016 dan berhasil mencapai posisi 5 besar, bersanding dengan bandara-bandara keren di dunia lainnya.

Dan kabar baiknya, hingga saat ini, di voting tahap 2, bandara kebanggaan masyarakat Aceh itu masih menduduki peringkat satu dengan raihan suara terbanyak. Nah supaya bandara Indonesia ini terus bertahan di posisi teratas, kamu harus ikut vote ya.

Voting WHTA 2016 tahap 2 dibuka 7-24 November. Caranya mudah, kamu tinggal mengakses link berikut: bit.ly/VOTEIndonesia dan klik daftar nominator di masing-masing kategori. Pilih nominator dari Indonesia di masing-masing kategori ya. Salah satunya, Bandara Sultan Iskandar Muda.

Nah, ngomong-ngomong, apa ya kelebihan Bandara SIM hingga terpilih menjadi wakil Indonesia dan lolos 5 besar WHTA 2016? Yuk intip keunggulan bandara satu ini.

Bandara Sultan Iskandar Muda rasanya memang layak mendapat apresiasi di level wisata halal dunia. Di bandara ini suasana Islami begitu kental. Pemandangan yang tersaji tampak halal secara keseluruhan.

Tak satu pun perempuan di sini wara-wiri dengan rambut terburai tanpa hijab. Makanan halal pun tersedia dimana-mana, tak sulit dicari. Demikian pula dengan mushola. Pengunjung bandara dapat dengan mudah melakukan ibadah.

Arsitektur bandara ini dirancang dengan gaya khas Islam. Berdiri megah dengan kubah seperti masjid. Gaya Islami kemudian dipadukan dengan unsur lokal dan modern di bagian interior.

Ada tiga kubah yang sangat besar. Ketiga kubah ini masing-masing melambangkan 3 keistimewaan Aceh, yaitu agama, budaya dan pendidikan. Karena bentuknya yang bercirikhaskan kubah, banyak yang mengira bandara ini adalah masjid.

Bahkan tak sedikit yang mengatakan bahwa saat mendarat di bandara ini sensasinya seperti berada di Timur Tengah. Wah... keren ya?!

(Dari berbagai sumber)

 

 

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More