Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Semua orang dianjurkan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Salah satu cek kesehatan yang apling disarankan adalah mengukur tekanan darah.
Meski tidak perlu melakukannya terlalu sering, tapi pengukuran secara berkala harus tetap dilakukan. Kini, banyak orang yang telah melakukannya secara rutin.
Tapi menurut Ketua InaSH, Tunggul Situmorang, hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang tepat mengukur tekanan darah. Sehingga, dikhawatirkan dapat memperlambat pencegahan penyakit kronis yang dipicu oleh hipertensi.
" Tekanan darah normal seperti 130/85 atau 139/89 saja bisa hipertensi. Atau bisa juga tekanan darahnya hanya tinggi waktu diperiksa dokter. Makanya, butuh pengukuran tekanan darah di rumah," paparnya dalam peluncuran pengukur tekanan darah Omron Healthcare Indonesia, Rabu lalu.
Pengukuran tekanan darah di rumah menjadi sangat penting di masa pandemi karena menurut pelayanan kesehatan New York, lebih dari 56 persen pasien Covid-19 menderita hipertensi.
" Kebanyakan pasiennya usia tua dan banyak penyakit lain. Pasien Covid-19 denga nhipertensi juga klinisnya lebih berat," ungkapnya.
Serangan stroke dan jantung yang banyak terjadi di rumah juga menjadi salah satu alasan mengapa pengukuran sendiri secara rutin perlu dilakukan.
Apalagi berdasarkan penelitian terakhir di bulan Juni, pemicu stroke paling utama adalah hipertensi. " Tentu tekanan darah di rumah lebih akurat daripada di rumah sakit. Asal dilakukan dengan benar dan berulang," tutur Yuda Turana, Anggota Dewan InaSH.
Yuda juga menyatakan bahwa hasil pengukuran tekanan darah akan semakin akurat jika dilakukan berulang pada kondisi sama.
Pengukuran hipertensi secara rutin akan mempermudah mencegah kerusakan pembuluh darah maupun organ target seperti jantung, ginjal, mata serta saraf.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya