Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Banyak cara untuk mencegah kehamilan. Salah satunya adalah mengetahui masa subur dan berhubungan seksual di luar waktu tersebut.
Namun, berhubungan seksual di luar masa subur saja belum cukup. Kamu harus berkonsultasi pada dokter kandungan agar lebih efektif mencegah kehamilan.
Masa subur bisa dihitung secara manual. Terutama, jika kamu memiliki siklus haid yang teratur.
Biasanya, masa subur terjadi 2 minggu sebelum datang bulan. Tapi selama tidak menggunakan alat kontrasepsi, kamu masih memiliki kesempatan untuk hamil walaupun berhubungan seksual di luar masa subur.
Namun masing-masing waktu di setiap bulan memiliki kesempatan untuk hamil yang berbeda-beda.
Dilansir dari Sehatq.com, berikut kesempatan hamil berdasarkan waktu menstruasi yang teratur atau sekitar 28-35 hari.
Kemungkinan hamil sangat kecil: Kemungkinan dialami 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah menstruasi.
Kemungkinan hamil sedang: Biasanya dialami 5-7 hari sebelum atau setelah menstruasi.
Kemungkinan hamil besar: Bisa dialami 10-14 hari sebelum maupun sesudah menstruasi.
Jika ingin lebih efektif untuk mengupayakan atau mencegah kehamilan, berkonsultasilah ke dokter. Program hamil dan pemakaian alat kontrasepsi akan meningkatkan potensi pencegahan maupun terjadinya kehamilan.
(Sumber: Sehatq.com)
Dream - Pandemi tidak hanya menyebabkan perubahan pada rutinitas sehari-hari, tapi juga aktivitas seksual. Efek pandemi pada aktivitas seksual bisa dialami dalam berbagai bentuk.
Jangan khawatir jika kamu mengalami perubahan aktivitas atau pengalaman seksual karena hal tersebut wajar dialami dengan segala perubahan kondisi yang terjadi selama pandemi.
Dilansir dari Times of India, berikut perubahan pengalaman seksual yang dapat dialami selama pandemi Covid-19.
© © Shutterstock.com
Rasa bosan karena aktivitas yang terbatas dan banyak menghabiskan waktu di rumah bisa membuatmu lebih sering bergairah.
Apalagi, jika kamu lebih sering bertemu pasangan. Kamu juga bisa menjadi lebih sering melakukan masturbasi ketika jauh dari pasangan.
Kehilangan gairah seksual
Jika sudah sering berhubungan seksual, mungkin kamu akan merasa bosan dan kehilangan gairah seks. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya ketertarikan dan konflik dengan pasangan.
© © Shutterstock.com
Selain merasa bosan, kamu juga bisa merasa kurang puas saat berhubungan seks. Terutama, jika kamu bekerja di rumah dan menghabiskan banyak waktu di rumah. Sehingga, tidak bisa fokus untuk menghabiskan waktu bersama pasangan.
Merasakan manfaat berhubungan seks
Jika mendapatkan pengalaman berhubungan seks yang baik, kamu akan merasakan manfaatnya pada hubunganmu. Kamu akan merasa lebih dekat dan mengetahui pasanganmu lebih dalam.
Merasa kurang percaya diri
Kamu bisa mengalami kenaikan berat badan jika menjalani pola hidup yang kurang sehat selama pandemi Covid-19. Akibatnya, kamu merasa kurang percaya diri. Terutama, ketika ingin berhubungan seksual.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya