Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Selama bulan Ramadan, seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat wajib menjalankan puasa. Umat Islam tidak akan makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Dilihat dari sudut pandang kesehatan, puasa memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga kadar gula darah, hingga menurunkan kadar hormon stress.
Berbagai kebaikan tersebut, perlu didukung dengan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengurangi stres selama berpuasa.
Mendukung hidup sehat dan aktif, Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Raspati, berbagi tips tetap fit dan bugar saat menjalankan ibadah puasa melalui sebuah diskusi santai di Instagram Live bersama Amazfit.

“ Ada tiga hal utama yang harus kita perhatikan dalam melakukan aktivitas saat sedang berpuasa. Pertama, asupan makanan sangat penting banget. Pastikan menu makanan tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh,” jelas Andhika pada Instagram Live, 19 April 2022.
Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa juga berfungsi memaksimalkan cadangan glikogen otot. Selain karbohidrat, konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.
Sebenarnya olahraga saat berpuasa tetap bisa dilakukan dengan gerakan yang sederhana. Sahabat Dream tidak perlu melakukan olah tubuh yang ekstrem jika merasa tidak kuat.

“ Ketiga, jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah dengan intensitas rendah hingga sedang, seperti berjalan, joging atau yoga dengan durasi waktu 30-60 menit aja,” tambah Andhika.

Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya kapan waktu yang paling tepat untuk berolahraga. Sebenarnya, bisa dilakukan kapan saja sesuai kondisi tubuh setiap orang, namun sebaiknya hindari saat siang hari ya agar tidak lemas dan terjadi pusing.
“ Waktu olahraga antara sore menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa, tentu dengan menyesuaikan waktu ibadah ya, dan hindari melakukan olahraga di siang hari,” jelas Andhika.
Pegiat Olahraga, Fala Adinda, juga membagikan tips waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan yakni pada saat sebelum atau sesudah berbuka. karena tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman saat berbuka.
“ Aku biasanya olahraga sesaat sebelum waktu berbuka dengan durasi sekitar 30 - 45 menit. Supaya olahraga lebih aman dan nyaman selama puasa, Aku memonitor tanda vital tubuh secara berkala dengan perangkat smartwatch kesayangan Aku, yaitu Amazfit GTS 2 mini,” tambah Fala Adinda yang juga berprofesi sebagai dokter.
Kiat tambahan agar tetap bugar saat puasa adalah perhatikan waktu tidur. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.
Pentingnya memantau kondisi vital tubuh selama menjalankan ibadah puasa juga disampaikan oleh dr. Andhika.

“ Salah satu kebiasaan baik lain yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, termasuk di bulan puasa ini adalah rutin melakukan pengecekan tanda-tanda vital seperti detak jantung dan tingkat saturasi oksigen dalam darah, mengelola stres dan memonitor kualitas tidur,” jelas dr. Andhika.
Amazfit GTS 2 mini tampil dengan desain yang stylish, ringan dan tipis, menawarkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dioperasikan untuk mendukung gaya hidup sehat & aktif melalui fitur-fitur mutakhir, seperti monitor detak jantung, kadar oksigen dalam darah, sleep monitoring, stress level monitoring hingga jadwal menstruasi perempuan. Lebih dari itu, Amazfit GTS 2 mini juga memiliki lebih dari 70 mode olahraga, yang bisa dipilih sesuai dengan kegiatan olahraga yang sedang dijalani saat selama Ramadhan.
Fala Adinda menambahkan bahwa dalam memantau tanda vital kesehatan tubuhnya. Ia selalu menggunakan Amazfit GTS 2 dengan fitur kesehatan yang mudah dioperasikan untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif.
Jam ini dapat memonitor detak jantung, kadar oksigen dalam darah, sleep monitoring, stress level monitoring hingga jadwal menstruasi perempuan. Amazfit GTS 2 mini juga memiliki lebih dari 70 mode olahraga, yang bisa dipilih sesuai dengan kegiatan olahraga yang sedang dijalani saat selama Ramadhan.
“ Ini jam pintar yang memiliki semua hal yang Aku butuhin untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif yang Aku jalani,” tambah Fala Adinda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya