Koleksi Recycle dari Kain Perca hingga Plastik Botol, Hadir di JFW 2022

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Kamis, 25 November 2021 10:45
Koleksi Recycle dari Kain Perca hingga Plastik Botol, Hadir di JFW 2022
Beragam busana modis akan hadir dengan bahan recyle dan ramah lingkungan

Dream - Konsep Sustainable Fashion mulai menjadi perhatian beberapa brand dan fashion designer Indonesia. Mulai dari mendaur ulang pakaian lama, hingga menggunakan material yang ramah lingkungan. Sustainable fashion ini sendiri menuntut agar industri fashion dan tekstil lebih mementingkan lingkungan agar tidak mencemari ekosistem yang ada.

Jakarta Fashion Week 2022 menghadirkan beberapa koleksi yang mengusung konsep sustainable. Para desainer dikerahkan untuk memilih bahan yang ramah lingkungan dan tidak banyak fabric yang terbuang.

JFW© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

" Sampah baju ini menjadi salah satu limbah yang lumayan banyak, saya terimakasih banget dengan desainer yang mencari materi yang ecofriendly," jelas Svida Alisjahbana, Chairwoman JFW pada konferensi virtual Jakarta Fashion Week, 24 November 2021.

Beberapa brand mengusung konsep sustainable ini. Dua diantaranya yaitu brand Kami dan Nurzahra.

" Sekarang kita juga peduli dengan limbah kain, dan akhirnya kita buat jadi kerah, kantong dan ikat rambut untuk optimalisasi penggunaan kain," jelas Istafiana Candarini, Founder KAMI pada kesempatan yang sama.

1 dari 2 halaman

Pengembangan Recyle Fabric

Brand KAMI juga sudah menggunakan plant base plastic untuk membungkus produknya sejak 2 tahun lalu.

JFW© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

" Sejak 2 tahun lalu kita pake plant base plastic dan sekarang kita juga lagi pengembangan recyle fabric. Kita sosialisasi bahan yang ramah lingkungan seperti viscose," tambah Istafiana.

Para founder brand KAMI, Istafiana Candarini, Nadya Karina dan Afina Candarini juga memilih pabrik yang tersertifikasi. Dimana limbah bahan yang terbuang dikelola dengan baik dan tidak dibuang sembarangan.

© Dream
2 dari 2 halaman

Bahan yang Tidak Menyerap Banyak Air dan Recycle Botol Plastik

Brand Nurzahra juga menerapkan konsep sustainability dengan menggunakan bahan kain yang tidak menyerap banyak air.

" Kita ada bamboo jersey, bahannya ringan dan tidak menyerap banyak air dan sustainable," jelas Windri, Founder Nurzahra pada kesempatan yang sama.

Uniknya, brand ini juga memakai bahan pakaian yang dibuat dari recyle botol plastik untuk beberapa produk seperti vest maupun celana.

JFW© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

" Ada perusahaan yang recyle plastik botol, dan hasilnya bisa dipakai untuk bahan vest dan celana," tambah Windri.

Meskipun dari bahan botol plastik bekas, namun kain tersebut tetap memiliki warna yang beragam untuk dijadikan busana. Dengan bahan dari botol plastik ini, koleksi Nurzahra dapat menghasilkan 12 warna.

Koleksi sustainable dari Nurzahra dibuat untuk busana yang ready to wear dan bisa dipakai sehari-hari. Model yang dipilih pun tak lekang oleh zaman.

Beri Komentar