Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kurang Tidur Bisa Memicu Kondisi Buruk Pada Tubuh (Foto: Shutterstock)
Dream - Tidur yang nyenyak dan berkualitas bagi sebagian besar orang merupakan hal langka. Padahal kesehatan tubuh sangat bergantung pada kualitas tidur.
Menurut seorang ahli saraf, kurang tidur atau tidur yang tak berkualitas bisa 'membunuh' seseorang secara perlahan.
Selama ini, banyak yang mengungkap kalau waktu tidur yang ideal itu adalah enam sampai tujuh jam. Matthew Walker, seorang pakar saraf mengatakan waktu tidur tersebut masih kurang.
Kepala laboratorium tidur dan Neuroimaging di UC Berkeley itu menambahkan, semakin pendek waktu tidur seseorang, semakin cepat dia meninggal dunia.
Walker berpendapat bahwa tidur hanya enam atau tujuh jam dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang yang sangat serius hingga bisa mengakibatkan kematian.
Dilansir dari Business Insider Singapore, berikut adalah tiga dampak serius kurang tidur bagi kesehatan tubuh.
1. Sistem kekebalan tubuh terganggu
Kurang tidur akan mengurangi simpanan 'sel pembunuh alami', sejenis limfosit (sel darah putih) yang membunuh tumor dan sel-sel virus. Tidur hanya 4 atau 5 jam setiap malam dapat menurunkan jumlah sel tersebut sekitar 70 persen.
" Ketika Anda kurang tidur, maka akan lebih sulit bagi tubuh untuk melawan penyakit, mulai dari pilek biasa hingga kanker," kata Walker.
Sering melewatkan waktu tidur juga dapat mempercepat tubuh menderita penyakit kronis. Tidak tidur dengan waktu yang cukup telah dikaitkan dengan risiko terkena Alzheimer, obesitas, stroke dan diabetes.
2. Kehilangan satu jam waktu tidur berdampak fatal
Walker mengumpamakan kematian akibat kehilangan satu jam waktu tidur sebagai eksperimen global yang dilakukan terhadap 1,6 miliar orang, dalam dua kali setahun.
AAA Foundation for Traffic Safety telah mempelajari kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa pengemudi yang kelelahan akibat kehilangan waktu tidur selama satu jam setiap tahunnya membunuh sekitar 6.400 orang per tahun.

Tidak itu saja, serangan jantung meningkat tajam 25 persen karena kehilangan satu jam waktu tidur memberi lebih banyak tekanan pada jantung.
Para peneliti menemukan bahwa pria di Jepang yang tidur kurang dari enam jam dalam semalam lebih mungkin mengalami serangan jantung sebesar 400-500% daripada rekan-rekan mereka yang memiliki waktu istirahat yang lebih baik.
Selain itu, setelah para peserta sebuah penelitian menghabiskan tidur selama tujuh jam dalam dua minggu, reaksi mereka melambat setengah detik. Itu sebuah jeda yang panjang jika Anda mengemudikan mobil dengan kecepatan 60 mph.
3. Bersifat Karsinogenik (menyebabkan kanker)
Kurang tidur membuat tubuh jadi tempat berkembang biak sel kanker yang sangat baik.
Saat ini, mengantuk tapi tidak segera tidur dianggap sebagai penyebab penyakit kanker usus besar, kanker payudara dan kanker prostat.

Jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan kanker, karena menyebabkan melatonin (hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun) menjadi tertekan. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut kerja sampai larut malam bersifat karsinogenik.
" Jika Anda tidak cukup tidur, Anda akan lebih cepat meninggal. Dan kualitas hidup Anda (sekarang yang sudah lebih buruk) akan jauh lebih buruk," kata Walker.
Sumber: Businessinsider
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya